Samarinda, Kaltimetam.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Inche Abdoel Moeis (IA Moeis) yang selama ini menjadi salah satu rumah sakit andalan Samarinda, dipastikan akan dibangun ulang total menjadi rumah sakit bertaraf internasional. Proyek ini mendapat suntikan investasi besar dari Australia senilai 70 juta dolar Australia atau sekitar Rp1,1 triliun.
Kepastian tersebut diumumkan oleh Wali Kota Samarinda, Andi Harun, dalam acara peresmian RS Mulya Medika di Jalan Bung Tomo, Samarinda Seberang, Selasa (9/9/2025). Menurutnya, pembangunan ulang RSUD IA Moeis merupakan perjuangan panjang yang akhirnya terwujud setelah masuk dalam agenda strategis Joint Leaders’ Meeting antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese.
“Alhamdulillah, sudah disepakati investasi 70 juta dolar Australia untuk pembangunan ulang RSUD IA Moeis. Rumah sakit ini akan dikembangkan menjadi rumah sakit berskala internasional dengan standar Internasional,” tegasnya.
Pembangunan RSUD IA Moeis dilakukan melalui Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), menggandeng Aspen Medical Group dari Australia dan Singapura sebagai mitra perencana sekaligus kontraktor utama.
Menurut Andi Harun, proyek ini bukan sekadar renovasi, melainkan pembongkaran total.
“Tahap unfreezing sudah selesai. Bangunan lama akan dibongkar, desainnya diganti baru, seluruh fasilitas diperbarui, dan peralatan medis akan menggunakan teknologi terkini sesuai standar internasional,” ujarnya.
Transformasi RSUD IA Moeis diharapkan menjadi solusi atas kebutuhan layanan kesehatan modern di Kalimantan Timur. Selama ini, banyak pasien harus dirujuk ke Jakarta atau bahkan ke luar negeri untuk mendapatkan layanan spesialis tertentu.
Dengan kehadiran rumah sakit bertaraf internasional ini, masyarakat Samarinda dan Kaltim dapat mengakses layanan kesehatan berkualitas tinggi di daerah sendiri.
“RSUD IA Moeis akan menjadi pusat rujukan bagi Kaltim, bahkan bisa melayani wilayah Indonesia timur,” ucapnya.
Investasi besar dari Australia ini tidak hanya penting bagi sektor kesehatan, tetapi juga menjadi simbol kemitraan strategis Indonesia–Australia. Dukungan internasional tersebut menunjukkan kepercayaan asing terhadap potensi Samarinda dan Kalimantan Timur, apalagi daerah ini menjadi penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Ini bukan sekadar pembangunan rumah sakit, melainkan juga simbol kepercayaan internasional dan kesiapan Samarinda untuk menjadi pusat layanan kesehatan modern yang mendukung IKN,” tambahnya.
Pemerintah Kota Samarinda berharap seluruh pihak dapat mendukung kelancaran proyek ini. Selain meningkatkan pelayanan kesehatan, kehadiran rumah sakit internasional juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, dan memperkuat posisi Samarinda di tingkat nasional maupun global.
“Pembangunan RSUD IA Moeis adalah tonggak sejarah baru bagi Samarinda. Ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga masa depan kota kita sebagai pusat peradaban modern,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







