Motif Ekonomi Dominasi Kejahatan Jalanan di Samarinda, Polisi: Hampir 90 Persen Pelaku Mencuri Karena Kebutuhan Hidup

Polresta Samarinda melaksanakan press release di Halaman Mako Polresta Samarinda. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Kepolisian mengungkap fakta menarik di balik tingginya angka kejahatan jalanan yang terjadi di Kota Samarinda.

Faktor ekonomi menjadi penyebab utama maraknya kejahatan jalanan di Samarinda. Dari hasil penyelidikan terhadap puluhan kasus yang terungkap sepanjang Mei 2026, hampir 90 persen pelaku mengaku melakukan tindak pidana karena alasan ekonomi.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar menyebut sebagian besar pelaku melakukan aksi kriminal karena alasan ekonomi.

“Dari hasil pendalaman yang kami lakukan, hampir 90 persen pelaku melakukan tindak pidana dengan motif ekonomi,” ujarnya.

Data kepolisian menunjukkan sekitar 35 dari total kasus yang berhasil diungkap dilatarbelakangi kebutuhan ekonomi. Sementara sisanya dipicu faktor sakit hati maupun keinginan memiliki barang milik orang lain.

Selain faktor ekonomi, polisi juga menemukan cukup banyak pelaku yang berstatus residivis.

Menurut Hendri, hampir sepertiga tersangka yang diamankan ternyata pernah menjalani proses hukum dalam kasus serupa.

“Mereka pernah diproses hukum sebelumnya, tetapi setelah bebas kembali melakukan tindak pidana yang sama,” katanya.

Meski demikian, polisi belum menyimpulkan bahwa peningkatan kejahatan semata-mata dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat.

Menurutnya, diperlukan kajian lebih mendalam dengan membandingkan tren kriminalitas dalam periode yang lebih panjang.

Mayoritas pelaku yang diamankan juga berada pada usia produktif, yakni antara 20 hingga 40 tahun.

“Kami berharap mereka bisa memanfaatkan peluang kerja yang ada daripada melakukan tindakan yang merugikan orang lain,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id