Empat Kendaraan Terlibat Kecelakaan di Poros Samarinda–Bontang, Sopir Innova Sempat Terjepit

Warga melakukan evakuasi terhadap kendaraan yang terlibat kecelakaan di TKP. (Foto: Relawan ITS)

Samarinda, Kaltimetam.id – Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan empat kendaraan terjadi di Jalan Poros Samarinda–Bontang, tepatnya di depan gerbang Kebun Raya, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, Kamis (9/7/2026) sore. Sebuah Toyota Innova mengalami kerusakan parah setelah bertabrakan dengan dump truck dari arah berlawanan. Benturan keras tersebut juga menyeret satu mobil lain dan sebuah sepeda motor, mengakibatkan empat penumpang Innova mengalami luka-luka, sementara arus lalu lintas di lokasi sempat tersendat selama proses evakuasi.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 15.55 Wita itu diduga bermula saat Toyota Innova melaju dari arah Bontang menuju Samarinda. Ketika memasuki ruas jalan menikung yang memiliki jarak pandang terbatas atau blind spot, pengemudi diduga mencoba mendahului kendaraan yang berada di depannya.

Manuver tersebut diduga gagal setelah dari arah berlawanan muncul sebuah dump truck. Karena jarak antarkedua kendaraan sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari. Benturan keras membuat bagian depan Toyota Innova ringsek hingga pengemudi terjepit di balik kemudi.

Kecelakaan itu juga melibatkan satu kendaraan lain dan sebuah sepeda motor yang berada di sekitar lokasi kejadian. Dampaknya, arus kendaraan di jalur utama penghubung Samarinda–Bontang sempat mengalami perlambatan karena sebagian badan jalan tertutup kendaraan yang terlibat kecelakaan.

Seorang pengendara sepeda motor yang ikut menjadi korban, Rohim, mengaku menyaksikan langsung detik-detik sebelum tabrakan terjadi. Ia menilai Toyota Innova melaju dengan kecepatan cukup tinggi sebelum mencoba mendahului kendaraan lain di tikungan.

“Mobil Innova ini saya lihat memang melaju kencang. Dia memaksa menyalip pas di tikungan blind spot, akhirnya gagal lalu menabrak truk. Karena jaraknya sudah dekat, saya juga tidak sempat menghindar dan ikut terjatuh,” ujarnya.

Keterangan serupa disampaikan pengemudi dump truck, Miko menjelaskan bahwa ia sempat terkejut ketika melihat Toyota Innova tiba-tiba memasuki jalur yang sedang dilaluinya.

Miko mengaku langsung membanting setir ke arah kiri sebagai upaya menghindari tabrakan. Namun, ruang yang tersedia sangat terbatas sehingga benturan tetap terjadi.

“Dia mengambil jalur saya. Saya kaget karena posisinya kencang sekali. Saya sempat banting setir ke kiri untuk menghindar, tetapi tetap tertabrak karena jaraknya sudah terlalu dekat,” katanya.

Ia menambahkan, saat kejadian dump truck yang dikemudikannya sedang dalam perjalanan pulang setelah selesai bekerja. Kendaraan tersebut berada dalam kondisi kosong tanpa membawa muatan.

Benturan yang terjadi menyebabkan bagian depan Toyota Innova rusak berat. Pengemudi tidak dapat keluar sendiri karena posisi pintu kanan dan area kemudi terhimpit bodi kendaraan yang ringsek.

Menerima laporan kejadian, personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda Posko 7 segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penyelamatan.

Personel Disdamkarmat Posko 7, Akmaludin, mengatakan terdapat empat orang di dalam Toyota Innova saat kecelakaan terjadi.

“Di dalam mobil Innova ada empat orang. Satu orang sopir terjepit, satu penumpang mengalami luka cukup parah dan langsung dibawa menggunakan ambulans, sementara dua penumpang lainnya mengalami luka-luka ringan,” jelasnya.

Menurut Akmaludin, proses evakuasi berlangsung sekitar 10 menit setelah tim tiba di lokasi. Petugas harus menggunakan linggis kecil untuk membuka pintu kendaraan yang mengalami deformasi akibat benturan.

“Pintu sisi kanan ringsek hingga menekan kursi pengemudi. Kami menggunakan linggis untuk menarik pintu keluar agar kursi bisa digeser ke belakang. Setelah berhasil dibuka, ruang evakuasi menjadi lebih leluasa sehingga korban dapat kami keluarkan,” tutupnya.

Pengemudi akhirnya berhasil dievakuasi dalam keadaan sadar. Meski mengalami cedera pada bagian kaki dan berjalan terpincang, korban masih mampu keluar dari kendaraan dengan bantuan petugas sebelum dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Selain mengevakuasi korban, personel Disdamkarmat juga melakukan pembersihan lokasi karena jalan dipenuhi pecahan kaca, serpihan bodi kendaraan, serta tumpahan oli yang berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya.

Petugas kepolisian kemudian melakukan pengaturan lalu lintas agar kemacetan tidak semakin panjang. Setelah proses evakuasi kendaraan dan pembersihan selesai, arus kendaraan di jalur tersebut berangsur kembali normal.

Hingga kini, Satlantas Polresta Samarinda masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa kendaraan yang terlibat, serta meminta keterangan sejumlah saksi guna menyusun kronologi secara utuh. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id