Samarinda, Kaltimetam.id – Pemerintah Kota Samarinda mempercepat penyelesaian pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Jalan Stadion Utama, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, menjelang dimulainya Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Juli 2026. Dengan waktu yang tersisa hanya beberapa hari, pemerintah memastikan seluruh pekerjaan yang masih menjadi kendala harus segera dituntaskan agar proses belajar mengajar dapat dimulai sesuai jadwal.
Percepatan penyelesaian proyek menjadi perhatian langsung Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, yang turun meninjau progres pembangunan, Kamis (9/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik bangunan sekaligus mengevaluasi sejumlah pekerjaan yang masih perlu disempurnakan sebelum sekolah menerima peserta didik.
Dalam peninjauan itu, Saefuddin melihat pembangunan telah memasuki tahap akhir. Sejumlah ruang belajar dan fasilitas utama sudah berdiri, namun masih terdapat pekerjaan penyelesaian yang harus dirampungkan, mulai dari perapian konstruksi hingga penyempurnaan beberapa fasilitas penunjang. Menurutnya, seluruh catatan yang ditemukan di lapangan langsung disampaikan kepada pelaksana proyek agar dapat segera ditindaklanjuti tanpa menunggu mendekati hari pertama MPLS.
“Progres terus dikejar. Targetnya tanggal 14 sudah mulai MPLS, jadi yang kurang harus segera diperbaiki,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa percepatan pekerjaan tidak boleh mengesampingkan kualitas bangunan. Meski dikejar waktu, setiap bagian konstruksi harus memenuhi standar keamanan dan kenyamanan sehingga siswa dapat mengikuti kegiatan belajar dalam lingkungan yang layak.
Saefuddin mengatakan Sekolah Rakyat merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat. Kehadiran gedung permanen tersebut diharapkan mampu memberikan fasilitas belajar yang lebih baik sekaligus menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan layanan pendidikan. Menurutnya, Samarinda memiliki peluang menjadi daerah pertama di Kalimantan Timur yang memiliki gedung permanen Sekolah Rakyat. Karena itu, keberhasilan penyelesaian proyek ini dinilai memiliki arti penting, tidak hanya bagi Kota Samarinda tetapi juga sebagai contoh pelaksanaan program serupa di daerah lain.
“Ini sekolah untuk masa depan anak-anak kita. Harapannya bisa menjadi percontohan di Kalimantan Timur karena sejauh ini baru Samarinda yang memiliki gedung permanen Sekolah Rakyat,” katanya.
Ia menjelaskan pembangunan sekolah tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Dukungan dari Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, Pemerintah Kota Samarinda, serta berbagai organisasi perangkat daerah menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian pembangunan.
Sinergi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi juga berlanjut dalam penyelenggaraan pendidikan agar program Sekolah Rakyat dapat berjalan secara optimal.
Meski optimistis target penyelesaian dapat dicapai, pemerintah masih menemukan sejumlah pekerjaan yang memerlukan perhatian khusus. Beberapa bagian bangunan dinilai belum selesai secara sempurna, sementara sejumlah fasilitas pendukung juga masih membutuhkan penyambungan dan penyesuaian sebelum dapat difungsikan.
Dengan tenggat waktu yang semakin dekat, pelaksana proyek diminta menambah kecepatan pekerjaan, terutama pada tahap akhir konstruksi yang membutuhkan ketelitian tinggi.
“Masih ada beberapa catatan, terutama pada pekerjaan konstruksi. Kami meminta seluruh bagian yang belum rapi segera diselesaikan, termasuk fasilitas yang belum terhubung. Waktu menuju MPLS tinggal enam hari, sehingga seluruh pekerjaan harus dipercepat,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







