Samarinda, Kaltimetam.id – Hilangnya pagar pengaman di Jembatan Sungai Lais, Jalan Peternakan, RT 8, Kelurahan Sungai Kapih, menjadi perhatian warga setelah kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan. Selain mengurangi fungsi pengaman jembatan, lokasi yang minim penerangan membuat risiko kecelakaan semakin tinggi, terutama pada malam hingga dini hari.
Peristiwa hilangnya pagar jembatan itu diperkirakan terjadi pada Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 23.00 Wita. Dugaan pencurian pertama kali diketahui warga setempat yang kemudian melaporkannya kepada pemerintah kelurahan agar segera diteruskan kepada instansi terkait.
Lurah Sungai Kapih, Misbahul Munir Alhabsy, mengatakan laporan masyarakat langsung ditindaklanjuti karena menyangkut keselamatan banyak orang. Menurutnya, pagar jembatan merupakan salah satu fasilitas vital yang berfungsi melindungi pengendara saat melintasi jembatan, terlebih pada ruas jalan yang memiliki tingkat pencahayaan rendah.
“Kami menerima laporan dari warga RT 8 Jalan Peternakan bahwa pagar Jembatan Sungai Lais diduga telah dicuri. Kejadiannya diperkirakan pada Kamis malam sekitar pukul 23.00 Wita,” ujarnya.
Ia menjelaskan, lokasi jembatan selama ini memang menjadi salah satu titik yang minim lampu penerangan jalan. Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang pengendara pada malam hari menjadi terbatas, sehingga keberadaan pagar pengaman sangat penting untuk mengantisipasi risiko kendaraan keluar dari badan jalan.
Dengan hilangnya sebagian pagar, potensi terjadinya kecelakaan dinilai meningkat, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas saat kondisi jalan gelap atau ketika cuaca sedang kurang bersahabat.
Menurut Misbahul, pemerintah kelurahan telah menyampaikan laporan masyarakat beserta dokumentasi kondisi lapangan kepada pihak yang berwenang agar segera dilakukan penanganan.
Ia berharap perbaikan tidak memerlukan waktu lama mengingat jembatan tersebut menjadi akses yang setiap hari dilalui masyarakat.
“Yang kami khawatirkan adalah keselamatan pengguna jalan. Jangan sampai baru dilakukan perbaikan setelah terjadi kecelakaan. Karena itu kami berharap pagar yang hilang bisa segera diganti,” katanya.
Selain meminta penggantian pagar, pemerintah kelurahan juga mendorong adanya penambahan fasilitas penerangan jalan umum di kawasan tersebut. Selama ini, minimnya pencahayaan dinilai tidak hanya menyulitkan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melakukan aksi kriminal terhadap fasilitas umum.
Warga setempat menyebut kawasan sekitar jembatan relatif sepi pada malam hari. Kondisi itu diduga menjadi salah satu faktor yang memungkinkan pelaku leluasa melakukan pencurian tanpa diketahui masyarakat.
Hilangnya pagar jembatan juga menambah daftar kerusakan fasilitas publik yang diduga menjadi sasaran pencurian. Selain menimbulkan kerugian negara, aksi semacam itu dinilai berdampak langsung terhadap keselamatan masyarakat yang menggunakan infrastruktur tersebut setiap hari.
Masyarakat berharap aparat penegak hukum dapat mengusut dugaan pencurian hingga pelaku berhasil diidentifikasi. Di sisi lain, pemerintah juga diminta memperkuat pengawasan terhadap fasilitas umum yang berada di kawasan rawan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Misbahul menilai kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi langkah penting dalam menjaga aset publik. Menurutnya, partisipasi warga dalam melaporkan setiap kerusakan maupun dugaan tindak kriminal terhadap fasilitas umum sangat membantu proses penanganan di lapangan.
“Kami mengapresiasi kepedulian warga yang segera melaporkan kejadian ini. Harapannya, laporan tersebut dapat segera ditindaklanjuti sehingga pagar jembatan kembali terpasang dan keamanan pengguna jalan dapat terjamin,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







