Samarinda, Kaltimetam.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai membuka kondisi sebenarnya rumah jabatan gubernur atau Lamin Etam sebelum dilakukan perbaikan. Sejumlah kerusakan yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir disebut menjadi dasar utama penyusunan rencana rehabilitasi fasilitas tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Umum Setda Kaltim, Astri Intan Nirwany, menjelaskan bahwa perbaikan bukan tanpa alasan.
Berbagai persoalan teknis ditemukan, mulai dari kebocoran hingga kerusakan perangkat pendukung akibat cuaca ekstrem.
“Yang kami sampaikan ini berdasarkan kondisi riil di lapangan. Dokumentasinya diambil sepanjang 2024 sampai 2025,” ujarnya dalam forum jumpa pers di Kantor Diskominfo Kaltim, Selasa lalu (5/5/2026).
Ia mengungkapkan, salah satu kejadian yang memperparah kondisi bangunan terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Samarinda dalam waktu lama. Dampaknya, sejumlah bagian bangunan tidak mampu menahan beban cuaca.
Di antaranya, perangkat pendingin ruangan yang berada di lantai dua sempat terendam air, sementara beberapa titik atap mengalami kebocoran.
“AC outdoor di lantai dua sampai terendam akibat hujan terus-menerus. Itu salah satu contoh kerusakan yang kami temukan,” jelasnya.
Menurut Astri, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di Lamin Etam, tetapi juga pada sejumlah fasilitas lain yang berada dalam pengelolaan Biro Umum Setda Kaltim. Mulai dari kawasan Odah Etam, guest house, hingga bangunan penunjang lainnya.
Situasi ini kemudian menjadi bahan evaluasi untuk menyusun kebutuhan rehabilitasi yang lebih menyeluruh, bukan hanya berfokus pada satu bangunan.
Di sisi lain, perubahan pola penggunaan rumah jabatan juga ikut memengaruhi kebutuhan fasilitas. Jika sebelumnya tidak ditempati secara intensif, kini Lamin Etam direncanakan menjadi hunian aktif kepala daerah.
Astri menyebut, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud telah menyampaikan komitmennya untuk menempati rumah jabatan bersama keluarga. Hal ini membuat standar kelayakan bangunan harus ditingkatkan.
“Pak gubernur berkomitmen akan tinggal bersama keluarga di rumah jabatan. Jadi fasilitas yang sebelumnya belum memadai, kami lengkapi,” ungkapnya.
Ia menegaskan, anggaran yang sempat menjadi sorotan publik bukan sepenuhnya diperuntukkan bagi rumah jabatan gubernur. Dari total perencanaan yang ada, hanya sebagian kecil yang dialokasikan khusus untuk Lamin Etam.
Selain itu, Biro Umum juga bertanggung jawab atas berbagai aset penting milik pemerintah provinsi yang digunakan untuk kegiatan pemerintahan maupun menerima tamu daerah.
“Yang kami kelola itu tidak hanya satu bangunan, tapi banyak fasilitas yang dipakai untuk aktivitas pemerintahan. Jadi pemeliharaannya memang harus diperhatikan,” jelasnya.
Dengan penjelasan tersebut, Pemprov Kaltim berharap publik dapat melihat kebutuhan perbaikan secara lebih utuh, tidak hanya dari besaran anggaran, tetapi juga dari kondisi dan fungsi bangunan yang digunakan.
“Karena yang kami tangani banyak dan digunakan untuk berbagai kegiatan, tentu pemeliharaan dan fasilitasnya harus dipersiapkan dengan baik,” tutup Astri. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







