PMI Kota Samarinda dan Disporapar Bersinergi Bentuk Relawan Muda Berkualitas

Kegiatan Pendidikan Dasar (Diksar) yang di gelar PMI Kota Samarinda bekerjasama dengan Disporapar Kota Samarinda. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Dalam rangka memperkuat kapasitas relawan di bidang pertolongan pertama dan penanggulangan bencana, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Samarinda kembali menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diksar).

Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 19 hingga 25 Mei 2025, dengan menggandeng Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Samarinda sebagai mitra kerja sama.

Diksar ini diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari relawan muda Korps Sukarela (KSR) PMI dari tiga unit berbeda, yaitu KSR PMI Unit UINSI Samarinda, KSR PMI Unit UWGM Samarinda, dan KSR PMI dari Markas PMI Kota Samarinda. Masing-masing unit mengirimkan 10 orang perwakilan yang telah lolos proses seleksi dan dinyatakan layak mengikuti pelatihan ini.

Sekretaris dan Kepala Markas PMI Kota Samarinda, Dirhamsyah, menegaskan bahwa kegiatan Diksar ini merupakan program wajib bagi setiap anggota baru KSR yang ingin terlibat secara aktif dalam kegiatan kemanusiaan.

“Diksar bukan sekadar pelatihan formal. Ini adalah titik awal bagi para relawan untuk memahami filosofi dan tanggung jawab besar yang mereka emban. Kami ingin membentuk relawan yang tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga paham nilai-nilai kemanusiaan yang menjadi landasan kerja PMI,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kerja sama antara PMI dan Disporapar bukanlah hal baru. Kolaborasi ini telah terjalin selama beberapa tahun sebagai bagian dari program penguatan kapasitas kepemudaan. Melalui dukungan Disporapar, PMI mendapatkan ruang untuk terus menjangkau lebih banyak pemuda dan membekali mereka dengan pengetahuan yang berguna, baik dalam situasi bencana maupun kegiatan sosial sehari-hari.

“Disporapar memiliki komitmen kuat dalam pembangunan karakter generasi muda. Dengan dukungan mereka, PMI bisa menjangkau lebih banyak kampus, lebih banyak pemuda, dan tentu saja bisa meningkatkan kualitas pelatihan yang kami berikan. Ini bukan hanya soal pelatihan pertolongan pertama, tetapi soal membentuk pribadi tangguh, peduli, dan siap berkontribusi bagi masyarakat,” tambah Dirhamsyah.

Kegiatan ini juga diharapkan menjadi sarana membangun solidaritas antarunit KSR di Kota Samarinda. Dengan latar belakang yang berbeda, para peserta dapat saling bertukar pengalaman dan membangun jaringan kerja sama yang lebih luas di antara relawan kemanusiaan di tingkat lokal.

Terakhir, Dirhamsyah berharap, setelah pelatihan ini selesai, para relawan dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh dengan penuh tanggung jawab dan semangat kemanusiaan.

“Kami berharap para peserta benar-benar memahami peran penting mereka sebagai relawan. Bukan sekadar hadir saat bencana, tetapi juga menjadi agen perubahan yang siap membantu kapan pun masyarakat membutuhkan,” tutupnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id