Samarinda, Kaltimetam.id – Persoalan parkir semrawut di kawasan Teras Samarinda kembali menjadi sorotan, terutama setiap kali digelar event berskala besar. Kondisi kendaraan yang meluber hingga ke badan jalan kerap memicu kemacetan dan keluhan masyarakat.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengakui bahwa permasalahan parkir di kawasan tersebut memang menjadi pekerjaan rumah bersama, khususnya saat kegiatan yang menarik banyak pengunjung.
“Setiap ada event, parkir di Teras Samarinda ini selalu menjadi keluhan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap pengelola kawasan, yakni Perumda Varia Niaga, setelah ditemukan dua kali kejadian parkir yang meluber hingga ke badan jalan, terutama di kawasan seberang Indomaret dan Jalan Ronggolawe.
“Kami langsung memanggil pengelola parkir dan pengelola kawasan untuk mencari solusi. Memang secara konsep, keberadaan tenant di area parkir itu bagus, tapi saat event besar harus ada penyesuaian,” jelasnya.
Salah satu opsi yang ditawarkan Dishub adalah menghentikan sementara aktivitas tenant saat event besar berlangsung, agar lahan parkir dapat difokuskan untuk pengunjung.
“Kami sarankan, kalau event besar, tenant bisa ditutup sementara agar lahan parkir bisa dimaksimalkan,” katanya.
Selain itu, Dishub juga mengusulkan pemasangan pagar median jalan guna mencegah penyeberangan liar yang kerap menjadi pemicu hambatan lalu lintas.
“Selama ini masyarakat menyeberang di sembarang titik, terutama dari area parkir ke lokasi event. Itu yang menyebabkan kemacetan. Solusinya bisa dengan pemagaran median,” tuturnya.
Tidak hanya itu, Dishub juga menawarkan konsep parkir terpusat dengan memanfaatkan kawasan Pasar Pagi sebagai kantong parkir tambahan. Nantinya, pengunjung dapat menggunakan layanan shuttle menuju lokasi acara.
“Kami arahkan agar panitia event, tenant, dan pekerja parkir di Pasar Pagi. Dari sana bisa disediakan shuttle bus ke lokasi,” tambahnya.
Menurut Manalu, skema tersebut diharapkan dapat mengurangi beban parkir di Teras Samarinda sekaligus memberikan ruang lebih bagi pengunjung umum.
Ia juga menyoroti kurangnya koordinasi antara penyelenggara event dengan pihak Dishub, yang menyebabkan penanganan di lapangan kurang optimal.
“Selama ini kami tidak mendapatkan informasi lebih awal terkait event, sehingga koordinasi tidak maksimal,” katanya.
Di sisi lain, Dishub juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menciptakan ketertiban, khususnya dalam hal parkir kendaraan.
“Kalau masyarakat parkir tidak pada tempatnya, maka akan muncul jukir liar dan pungutan yang tidak sesuai aturan,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa ketertiban parkir merupakan bagian dari upaya bersama dalam membangun Kota Samarinda yang lebih tertata dan beradab.
“Kalau masyarakat tertib, maka praktik jukir liar akan hilang dengan sendirinya. Ini soal kesadaran bersama,” lanjutnya.
Dishub memastikan akan terus melakukan evaluasi dan penataan, terutama menjelang event-event berikutnya di Teras Samarinda. Sejumlah langkah strategis pun akan dibahas bersama pihak terkait, termasuk pemerintah kota dan pengelola kawasan.
“Kami akan terus berkoordinasi dan melakukan pembenahan agar ke depan tidak lagi terjadi kemacetan akibat parkir yang tidak tertata,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







