Longsor Terjang Rumah Warga di Samarinda Ulu, Dinding Dapur Ambruk Saat Penghuni Sedang Beristirahat

Longsor timpa rumah warga di Jalan Suwandi, Blok B Nomor 37, RT 23, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah, Senin (6/4/2026) sekitar pukul 23.17 Wita. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Peristiwa tanah longsor kembali terjadi di Kota Samarinda. Kali ini, sebuah rumah warga di Jalan Suwandi, Blok B Nomor 37, RT 23, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, mengalami kerusakan akibat pergerakan tanah, Senin (6/4/2026) sekitar pukul 23.17 Wita.

Material tanah yang longsor menghantam bagian belakang rumah hingga menyebabkan dinding dapur ambruk. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut karena penghuni rumah tidak berada di area terdampak saat peristiwa terjadi.

Penghuni Rumah, Rizky Akhmad Muhlisin, mengungkapkan bahwa tanda-tanda longsor sebenarnya sudah terlihat beberapa saat sebelum kejadian.

“Awalnya kami lagi duduk-duduk di depan rumah, terus sudah terlihat ada retakan di dinding. Tidak lama kemudian tiba-tiba dindingnya jatuh dan tanah langsung longsor,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat kejadian, anggota keluarga tengah beristirahat di dalam rumah, namun tidak berada di bagian dapur yang menjadi titik utama longsoran.

“Alhamdulillah tidak ada orang di dapur, jadi tidak ada yang tertimpa. Kalau ada, mungkin bisa berbahaya,” tambahnya.

Setelah kejadian, warga sekitar langsung bergotong royong membantu membersihkan material longsoran yang menimbun bagian belakang rumah.

Terpisah, Tim TRC BPBD Samarinda, Muhammad Randa, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh pergerakan tanah yang menyebabkan material di bagian lereng runtuh dan menimpa rumah warga.

“Setelah kami cek di lapangan, longsor terjadi karena pergerakan tanah yang mengakibatkan material jatuh ke arah rumah milik warga,” jelasnya.

Berdasarkan data sementara, satu kepala keluarga yang terdiri dari dua jiwa terdampak dalam peristiwa ini.

Sebagai langkah awal, BPBD langsung melakukan asesmen, pendataan, serta memberikan imbauan kepada pemilik rumah untuk sementara mengurangi aktivitas di area yang berisiko.

“Kami juga memasang garis pembatas atau police line di titik longsor untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Selain penanganan darurat, BPBD juga menyiapkan langkah lanjutan guna mengantisipasi longsor susulan, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Ke depan, kami akan menurunkan tim analis untuk melihat kondisi tanah lebih lanjut, serta memberikan bantuan terpal untuk menutup jalur air agar tidak langsung menggerus tanah,” tutupnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id