Samarinda, Kaltimetam.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Samarinda menyiapkan pola kegiatan belajar mengajar selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah dengan skema yang hampir serupa seperti tahun sebelumnya. Pengaturan tersebut mencakup masa libur awal Ramadan, pelaksanaan pesantren kilat, kegiatan belajar aktif, hingga libur menjelang Idulfitri.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Dr. H. Asli Nuryadin, mengatakan surat edaran terkait jadwal pembelajaran Ramadan telah disiapkan dan akan segera didistribusikan ke seluruh satuan pendidikan di Kota Tepian.
“Edaran sudah kita siapkan dan akan kita sampaikan ke sekolah-sekolah. Polanya kurang lebih sama seperti tahun lalu, ada libur di awal Ramadan, kemudian masuk kegiatan pesantren Ramadan, lalu kembali belajar, dan menjelang Lebaran ada libur lagi,” ujarnya.
Menurutnya, penyesuaian jadwal tersebut tetap mengacu pada kebijakan pemerintah pusat. Namun, Disdik Samarinda juga menekankan pentingnya menjaga semangat belajar selama Ramadan.
“Bulan suci Ramadan seharusnya tidak menjadi kendala untuk belajar. Justru menuntut ilmu dan berbuat baik di bulan Ramadan memiliki nilai ibadah yang lebih tinggi,” katanya.
Asli menjelaskan, fase awal Ramadan biasanya diisi dengan libur beberapa hari agar siswa dapat beradaptasi dengan perubahan pola aktivitas. Setelah itu, sekolah akan menggelar kegiatan Pesantren Ramadan atau pesantren kilat, sebelum kembali menjalankan pembelajaran seperti biasa hingga menjelang libur Idulfitri.
Selain kegiatan akademik, sekolah juga akan memperkuat pendidikan karakter dan keagamaan melalui berbagai program keagamaan.
“Pesantren kilat tetap ada. Guru-guru agama sudah menyiapkan kegiatan seperti tadarus Al-Qur’an, salat Dhuha berjamaah, pembiasaan wudu yang benar, hingga penguatan nilai-nilai akhlak,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut bertujuan memperdalam pemahaman keagamaan siswa yang mungkin belum sepenuhnya terakomodasi dalam pembelajaran rutin harian.
Terkait pengawasan siswa selama masa libur, Asli mengatakan pengawasan tetap menjadi tanggung jawab bersama antara sekolah dan orang tua.
“Seperti biasa, ketika libur tentu siswa bersama keluarga. Tapi sebagai pelajar mereka punya kode etik yang harus dijaga. Apalagi di bulan Ramadan, tentu harus menghormati suasana ibadah,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan agar para siswa tidak melakukan aktivitas yang bertentangan dengan norma dan nilai Ramadan, termasuk menghindari perilaku yang dapat mengganggu ketertiban umum.
“Sekarang saja kalau pelajar keluyuran saat jam sekolah bisa dirazia. Apalagi di bulan Ramadan, kita harapkan mereka tetap menjaga marwah sebagai pelajar,” tegasnya.
Disdik Samarinda berharap rangkaian kegiatan selama Ramadan tidak hanya menjaga kualitas akademik siswa, tetapi juga membentuk karakter dan memperkuat nilai spiritual.
“Ramadan adalah momentum pembentukan karakter. Jadi bukan hanya soal penyesuaian jadwal, tapi bagaimana sekolah ikut membangun generasi yang berakhlak baik,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







