Daya Beli Menurun, Pedagang Kurban Samarinda Optimis Jelang H-7 Idul Adha

Tempat Penjualan Hewan Qurban. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah yang jatuh pada tanggal 6–7 Juni 2025 mendatang, geliat pasar hewan kurban di Kota Samarinda masih tampak lesu. Sejumlah pedagang mulai mengeluhkan penurunan daya beli masyarakat dibandingkan tahun sebelumnya. Hingga akhir Mei ini, banyak lapak hewan kurban di berbagai sudut kota masih dipenuhi stok sapi dan kambing yang belum laku terjual.

Salah satu pedagang hewan kurban, Dafi, yang sudah lebih dari lima tahun menjalankan usaha ini, mengakui bahwa penjualan tahun ini terasa lebih berat. Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat masyarakat cenderung menunda atau bahkan mengurangi pembelian hewan kurban.

“Penjualan tahun ini beda sekali dibanding tahun kemarin. Daya beli masyarakat terasa berkurang. Mungkin karena Idul Adha jatuh di bulan Juni, banyak orang merasa masih cukup lama, jadi belum banyak yang beli sekarang,” ujar Dafi saat ditemui di lapaknya, Jumat (30/5/2025).

Namun bukan hanya soal waktu. Dafi juga melihat bahwa kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih usai berbagai gejolak dalam beberapa tahun terakhir ikut memengaruhi minat masyarakat.

“Kalau bicara ekonomi, memang terasa berat. Banyak masyarakat yang masih harus memikirkan kebutuhan pokok lainnya. Jadi membeli hewan kurban tahun ini bukan prioritas utama,” tuturnya.

Meski menghadapi tantangan, Dafi tetap mempersiapkan stok hewan kurban dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan yang diprediksi melonjak di pekan terakhir sebelum Idul Adha. Tahun ini, ia mendatangkan 120 ekor sapi dan 107 ekor kambing ke lapaknya.

“Untuk sapi, harga mulai dari Rp 15 juta ke atas, tergantung bobot dan jenis. Sedangkan kambing, harga paling murah di kisaran Rp 3 jutaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh hewan kurban tersebut didatangkan dari luar daerah, yakni dari Malang, Jawa Timur, dan Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang selama ini dikenal sebagai sentra peternakan sapi dan kambing berkualitas.

“Dari awal, kami sudah mengikuti prosedur yang ditetapkan. Sebelum dikirim, semua hewan sudah divaksin dan diperiksa kesehatannya. Dinas terkait juga sudah turun langsung untuk memastikan kondisi hewan-hewan yang akan dipasarkan di sini,” papar Dafi.

Meski saat ini penjualan baru mencapai sekitar 50 persen, Dafi bersama para pedagang lain masih memupuk harapan besar bahwa pasar akan bergairah di awal Juni, terutama dalam sepekan menjelang hari H.

“Biasanya tren pembelian meningkat tajam di H-7. Kami semua berharap di awal Juni nanti masyarakat mulai ramai membeli. Karena memang banyak yang biasa belanja hewan kurban mendekati lebaran,” katanya.

Fenomena menurunnya daya beli menjelang Idul Adha bukan hanya dirasakan Dafi. Beberapa pedagang lain di Samarinda yang ditemui wartawan juga mengungkapkan kekhawatiran serupa. Mereka berharap, selain peningkatan minat masyarakat, ada pula dukungan dari pemerintah daerah untuk mendorong transaksi hewan kurban yang aman, sehat, dan terjangkau.

“Kami ini juga membantu masyarakat melaksanakan ibadah. Jadi harapannya ekonomi makin membaik, dan semua bisa merayakan Idul Adha dengan hewan kurban yang sesuai syariat,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id