Cuaca Buruk dan Arus Kuat Diduga Jadi Pemicu Insiden Tongkang di Samarinda yang Menyenggol Pipa Distribusi Air

Satpolairud Polresta Samarinda melakukan pengecekan lokasi pipa PDAM tersenggol kapal tongkang dekat Teras Samarinda. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Aparat kepolisian melalui Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud Polresta Samarinda) tengah mendalami insiden tongkang yang diduga menyenggol pipa distribusi utama milik Perumdam Tirta Kencana di kawasan Teras Samarinda, pada Senin (15/6/2026). Penyidik telah memeriksa nahkoda kapal sebagai saksi awal untuk mengungkap penyebab pasti kejadian.

Kanit Gakkum Satpolairud Polresta Samarinda, Ipda Zaqi Ur Rahman, menjelaskan bahwa insiden terjadi saat aktivitas pengolongan dihentikan sementara akibat cuaca buruk. Hujan deras disertai angin kencang membuat kapal dan tongkang harus menunggu di perairan hingga kondisi memungkinkan untuk melanjutkan pelayaran.

“Pada saat itu pengolongan ditutup sementara karena hujan sangat lebat. Kapal hanya bertahan mengapung sambil menunggu cuaca membaik,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tongkang diduga terdorong arus sungai yang kuat serta terpaan angin, sehingga mengalami pergeseran posisi dari titik semula. Kondisi tersebut diperparah oleh jarak pandang yang sangat terbatas di anjungan kapal akibat hujan deras.

“Pandangan dari dalam kapal sangat terbatas karena kondisi hujan lebat. Saat nahkoda menyadari posisi tongkang sudah terlalu dekat, upaya pengendalian dilakukan, namun buritan tongkang akhirnya menyenggol pipa distribusi,” jelasnya.

Polisi juga memastikan tidak ditemukan adanya tali penarik yang putus dalam peristiwa tersebut. Hal ini mengindikasikan bahwa insiden lebih disebabkan faktor alam berupa arus kuat dan cuaca ekstrem, bukan kegagalan teknis pada peralatan kapal.

Untuk saat ini, baru nahkoda Tug Boat Raja Samudra 08 yang menarik tongkang Fery 17 yang dimintai keterangan oleh penyidik. Pemeriksaan terhadap pihak lain masih terbuka apabila diperlukan dalam pengembangan penyelidikan.

“Baru kapten yang kami mintai keterangan karena yang bersangkutan bertanggung jawab atas operasional kapal. Namun tidak menutup kemungkinan ada pihak lain yang akan diperiksa,” katanya.

Selain pemeriksaan awak kapal, Satpolairud Polresta Samarinda juga akan berkoordinasi dengan pihak Perumdam Tirta Kencana untuk menindaklanjuti dampak insiden. Diketahui, benturan tersebut menyebabkan pergeseran pipa serta terlepasnya sejumlah klem penyangga.

“Kami akan berkoordinasi untuk mengetahui dampak dan langkah penanganan lanjutan antara kedua pihak,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id