Samarinda, Kaltimetam.id – Rumor mengenai peluang Mariano Peralta kembali memperkuat Borneo FC terus menghangat menjelang dimulainya kompetisi musim 2026/2027. Di tengah antusiasme suporter yang berharap gelandang asal Argentina itu kembali berseragam Pesut Etam, manajemen klub memilih belum memberikan kepastian. Seluruh proses perekrutan pemain disebut masih berjalan dan baru akan diumumkan setelah mencapai keputusan resmi.
Nama Mariano Peralta menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan dalam bursa transfer Borneo FC. Setelah klub melakukan perombakan besar terhadap komposisi skuad dan melepas sejumlah pemain, banyak pendukung berharap mantan pemain andalan tersebut kembali menjadi bagian dari tim.
Menanggapi rumor yang berkembang, Manajer Borneo FC Dandri Dauri menegaskan pihaknya belum bisa memberikan jawaban pasti mengenai peluang kepulangan Peralta. Menurutnya, selama belum ada pernyataan resmi dari pemain maupun klub, seluruh informasi yang beredar masih sebatas spekulasi.
“Selama belum ada pernyataan resmi dari Peralta maupun dari Borneo FC, tentu semuanya masih menjadi pertanyaan. Izinkan saya merahasiakan dulu. Mudah-mudahan nanti yang datang adalah kabar yang membahagiakan,” katanya.
Ia memahami besarnya perhatian publik terhadap isu tersebut. Bahkan menurutnya, bukan hanya para pendukung yang terus menanyakan perkembangan transfer, tetapi juga kalangan media yang setiap hari mengikuti aktivitas klub.
Dandri menilai tingginya antusiasme itu menunjukkan hubungan emosional antara masyarakat Kalimantan Timur dan Borneo FC semakin kuat dari tahun ke tahun.
“Saya melihat ini sebagai bentuk kecintaan masyarakat kepada Borneo FC. Bukan hanya suporter, teman-teman media juga terus bertanya. Itu sesuatu yang kami apresiasi,” ujarnya.
Meski begitu, ia memastikan manajemen tidak ingin terburu-buru mengambil keputusan hanya karena besarnya ekspektasi publik. Presiden Borneo FC, kata Dandri, tetap menerapkan proses seleksi yang ketat terhadap setiap pemain yang akan direkrut.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi sangat penting mengingat musim depan Borneo FC diproyeksikan menjalani jadwal pertandingan yang jauh lebih padat dibanding musim sebelumnya.
Selain tampil di kompetisi Liga 1, Pesut Etam juga dipersiapkan menghadapi beberapa agenda resmi lainnya sehingga kedalaman skuad menjadi kebutuhan utama.
“Musim depan tantangannya jauh lebih berat. Kami harus menyiapkan tim untuk menghadapi empat kompetisi. Karena itu setiap pemain yang datang harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan tim,” jelasnya.
Di tengah persiapan tersebut, manajemen juga mulai melakukan komunikasi dengan operator kompetisi mengenai penyusunan jadwal Liga 1 musim 2026/2027.
Salah satu usulan yang disampaikan Borneo FC adalah agar pertandingan menghadapi Persib Bandung dapat digelar pada pekan pembuka. Menurut Dandri, hal itu lebih didasarkan pada pertimbangan teknis agar kedua klub yang memiliki agenda padat dapat mengatur perjalanan dan persiapan pertandingan secara lebih efektif.
“Kami berharap jika memungkinkan bisa bertemu Persib pada pekan pertama. Itu akan lebih memudahkan kedua tim dalam mengatur jadwal selama kompetisi berlangsung,” tutupnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







