Rumah Jabatan Jadi “Pusat Aktivitas”, Pemprov Kaltim Jelaskan Anggaran Laundry Rp450 Juta

Plt. Kepala Biro Umum Setda Kaltim, Astri Intan Nirwany saat di Jumpa Pers bersama Diskominfo Kaltim, Selasa (5/6/2026). (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Perubahan pola pelaksanaan kegiatan pemerintahan di Kalimantan Timur berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan operasional di lingkungan rumah jabatan gubernur.

Sejak kebijakan efisiensi anggaran diberlakukan, berbagai agenda yang sebelumnya digelar di hotel kini dialihkan ke fasilitas milik pemerintah daerah.

Kondisi tersebut membuat rumah jabatan tidak lagi sekadar menjadi tempat tinggal resmi, melainkan bertransformasi menjadi pusat aktivitas yang nyaris tidak pernah sepi.

Mulai dari kegiatan seremonial, rapat kedinasan, hingga agenda sosial dan keagamaan, seluruhnya kini terpusat di kawasan tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Biro Umum Setda Kaltim, Astri Intan Nirwany, menyebut perubahan fungsi ini turut berimbas pada meningkatnya kebutuhan layanan penunjang, termasuk jasa laundry yang sempat menjadi sorotan publik karena nilainya mencapai Rp450 juta.

Menurutnya, persepsi bahwa anggaran tersebut hanya digunakan untuk mencuci pakaian kepala daerah tidak sepenuhnya tepat. Ia menegaskan, penyebutan dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) hanyalah menyesuaikan nomenklatur yang ada di sistem.

“Kalau dilihat di RUP memang tertulis laundry pakaian kepala daerah, tapi sebenarnya itu untuk kebutuhan operasional rumah jabatan secara keseluruhan,” ujarnya.

Astri menjelaskan, penggunaan anggaran tersebut mencakup berbagai perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan resmi, seperti karpet, gorden, bed cover, hingga taplak dan penutup kursi untuk jamuan tamu.

Dengan intensitas kegiatan yang tinggi, kebutuhan pembersihan pun tidak bisa dihindari dan harus dilakukan secara rutin demi menjaga kenyamanan dan standar pelayanan.

“Kegiatan yang sebelumnya banyak dilaksanakan di hotel, sekarang hampir semuanya dipusatkan di rumah jabatan. Otomatis kebutuhan operasional, termasuk laundry, ikut meningkat,” jelas Astri.

Ia menambahkan, kawasan rumah jabatan saat ini mencakup sedikitnya enam gedung yang aktif digunakan setiap hari. Fasilitas tersebut melayani berbagai kepentingan, mulai dari kegiatan pemerintahan hingga aktivitas masyarakat.

Selain ruang pertemuan dan jamuan, terdapat pula musala yang rutin digunakan untuk kegiatan keagamaan seperti pengajian dan majelis taklim. Hal ini turut menambah frekuensi penggunaan perlengkapan seperti karpet yang harus dibersihkan secara berkala.

Tak hanya itu, guest house di lingkungan rumah jabatan juga menjadi salah satu fasilitas yang intens digunakan, terutama untuk menjamu tamu-tamu penting dari dalam maupun luar daerah.

“Guest house itu hampir tidak pernah kosong. Ada menteri, gubernur, sampai tamu dari luar daerah yang menginap atau sekadar transit, jadi kebersihan harus selalu terjaga,” katanya.

Seiring tingginya aktivitas tersebut, realisasi anggaran laundry hingga Mei 2026 pun telah mencapai hampir separuh dari total yang dialokasikan.

Astri menilai hal itu wajar karena kebutuhan operasional berjalan seiring dengan frekuensi kegiatan yang terus berlangsung.

“Dari Januari sampai sekarang kegiatannya tidak berhenti, jadi penggunaan anggaran itu memang berjalan sesuai kebutuhan operasional,” ungkapnya.

Ia memastikan, seluruh penggunaan anggaran telah tercatat secara terbuka dan dapat diakses publik melalui sistem SiRUP. Transparansi ini, kata dia, penting untuk memberikan pemahaman yang utuh kepada masyarakat terkait peruntukan anggaran pemerintah.

“Kalau dilihat detailnya di SiRUP, semua sudah kami jelaskan peruntukannya, jadi bukan hanya untuk pakaian kepala daerah saja,” pungkasnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id