Kaltim, Kaltimetam.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) bergerak cepat menindaklanjuti arahan Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, untuk mewujudkan swasembada pangan dalam enam bulan ke depan. Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, menegaskan komitmen daerah dalam mengakselerasi program ini melalui optimalisasi lahan dan pemberdayaan petani muda.
“Awalnya target swasembada dalam dua tahun, lalu dipercepat menjadi satu tahun, dan kini enam bulan. Kita harus gerak cepat mencari area baru yang sudah teridentifikasi dengan baik,” ujar Seno Aji ditemui usai rapat koordinasi rencana aksi swasembada beras, Kamis (15/5/2025).
Pemprov Kaltim menargetkan optimalisasi 50.000 hektare lahan pertanian, dengan 20.000 hektare sudah aktif. Sisanya akan difokuskan di Penajam Paser Utara, Kutai Kartanegara, Kutai Timur, dan Berau. Langkah ini mencakup reaktivasi lahan sawah yang sempat mangkrak sejak 2017 serta pencetakan sawah baru.
Seno Aji menekankan pentingnya optimalisasi lahan eksisting untuk percepatan produksi, mengingat proses ekstensifikasi lahan baru memerlukan waktu lebih lama karena harus melalui proses perizinan pembukaan kawasan hutan.
Dalam mendukung program ini, Kementerian Pertanian telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 500 miliar untuk berbagai program strategis, termasuk optimalisasi lahan, cetak sawah, penyediaan pupuk, dan perbaikan irigasi.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, juga optimistis bahwa dengan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah serta penerapan teknologi pertanian modern, swasembada pangan dapat dicapai dalam waktu enam bulan.
“Insyaallah kita mampu memenuhi keperluan pangan Kaltim yang hingga hari ini lebih dari separuh masih didatangkan dari luar,” ujarnya.
Pemprov Kaltim juga akan mengadakan rapat koordinasi setiap minggu untuk memastikan progres program ini berjalan sesuai rencana. Pihak-pihak terkait seperti Kementerian PUPR, Balai Wilayah Sungai, Dinas Pertanian, dan Dinas Kehutanan akan dilibatkan secara aktif dalam upaya ini.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Kaltim berharap dapat menjadi lumbung pangan baru Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







