TRC PPA Kaltim Kecam Pernyataan Kadisdik, Dinilai Tak Berempati dan Cederai Rasa Kemanusiaan

Biro Hukum Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim, Sudirman. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Sikap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur saat menanggapi kasus meninggalnya seorang siswa SMK di Samarinda menuai kritik keras dari berbagai pihak. Sorotan utama tertuju pada cara penyampaian yang dinilai tidak menunjukkan empati, bahkan disertai tawa dalam situasi duka.

Biro Hukum Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kaltim, Sudirman, menyatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan sikap tersebut, terlebih disampaikan oleh seorang pejabat publik di sektor pendidikan.

“Kami tentu menyampaikan belasungkawa terlebih dahulu atas meninggalnya almarhum Mandala. Namun terkait pernyataan yang disampaikan oleh Kepala Dinas, kami menilai itu tidak patut,” ujarnya.

Menurut Sudirman, sikap tertawa dalam menanggapi peristiwa meninggalnya seorang siswa tidak hanya tidak pantas, tetapi juga mencerminkan kurangnya empati terhadap keluarga korban dan masyarakat luas.

“Dalam situasi duka seperti ini, seharusnya seorang pemimpin menunjukkan empati, bukan justru menyampaikan dengan nada yang terkesan santai, bahkan tertawa,” tegasnya.

Ia menilai, pernyataan tersebut berpotensi melukai perasaan keluarga korban yang sedang berduka, sekaligus menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.

“Ini bukan sekadar persoalan komunikasi, tetapi menyangkut nilai kemanusiaan. Ketika ada anak didik yang meninggal, seharusnya ada rasa prihatin yang ditunjukkan secara serius,” katanya.

Sudirman juga menyoroti bahwa kasus ini bukan hanya persoalan individu, tetapi mencerminkan kondisi sosial yang lebih luas, di mana masih terdapat anak-anak dari keluarga kurang mampu yang menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan dasar pendidikan.

“Ini tragedi kemanusiaan di dunia pendidikan. Di tengah kota besar seperti Samarinda, masih ada anak yang harus berjuang dalam keterbatasan,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa sikap yang ditunjukkan oleh pejabat publik sangat berpengaruh terhadap kepercayaan masyarakat, khususnya dalam sektor pendidikan yang seharusnya menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

“Sebagai kepala dinas, beliau adalah representasi dunia pendidikan. Maka setiap pernyataan dan sikap harus mencerminkan empati dan kepedulian,” tuturnya.

Atas dasar itu, TRC PPA Kaltim mendesak Gubernur Kalimantan Timur untuk melakukan evaluasi terhadap Kepala Dinas Pendidikan, terutama terkait sikap dan cara berkomunikasi di ruang publik.

“Kami meminta agar Gubernur melakukan evaluasi. Apa yang disampaikan dan bagaimana cara menyampaikannya sangat tidak mencerminkan nilai-nilai pendidikan,” tegas Sudirman.

Selain itu, ia juga mengingatkan agar seluruh pejabat publik lebih berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan, khususnya dalam isu yang menyangkut kehidupan dan kemanusiaan.

“Kalau tidak bisa membantu, setidaknya jangan sampai menyampaikan sesuatu yang melukai. Ini harus menjadi pembelajaran bersama,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id