Samarinda, Kaltimetam.id – Suasana haru menyelimuti Lapangan Stadion Segiri Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (12/6/2026) sore. Ratusan keluarga tampak memadati area penjemputan untuk menyambut kedatangan jemaah haji asal Kota Samarinda yang baru kembali dari Tanah Suci setelah menunaikan rangkaian ibadah haji.
Sejak beberapa jam sebelum rombongan tiba, keluarga jemaah telah berdatangan dengan membawa berbagai perlengkapan penyambutan. Sebagian membawa bunga, sebagian lainnya membawa spanduk ucapan selamat datang, sementara banyak pula yang hanya datang dengan doa dan kerinduan yang telah tertahan selama berbulan-bulan.
Tepat sekitar pukul 17.19 WITA, rombongan jemaah haji yang tergabung dalam Kloter 4 asal Kota Samarinda akhirnya tiba di Stadion Segiri menggunakan armada bus yang sebelumnya diberangkatkan dari Embarkasi Balikpapan. Kedatangan mereka langsung disambut sorak bahagia, tangis haru, serta pelukan hangat dari anggota keluarga yang telah menunggu.
Momen pertemuan itu menjadi pemandangan yang menyentuh. Banyak keluarga tak mampu menahan air mata saat melihat orang tua, pasangan, maupun kerabat mereka kembali dalam keadaan sehat setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Samarinda, Jurait, mengatakan kloter yang tiba kali ini merupakan kloter keempat asal Samarinda dengan jumlah 360 jemaah.
“Alhamdulillah hari ini yang tiba adalah Kloter 4 asal Kota Samarinda dengan jumlah 360 jemaah. Seluruh jemaah yang datang dalam kondisi sehat dan tidak ada gejala-gejala yang mengkhawatirkan,” ujarnya.
Menurut Jurait, proses pemulangan jemaah berlangsung lancar mulai dari Arab Saudi hingga tiba kembali di Kalimantan Timur. Setibanya di Embarkasi Balikpapan, para jemaah langsung diberangkatkan menuju Samarinda menggunakan armada bus yang telah disiapkan.
Untuk pemulangan kali ini, sebanyak sembilan unit bus dikerahkan. Delapan bus digunakan untuk mengangkut jemaah, sementara satu bus lainnya disiapkan sebagai kendaraan cadangan.
“Seluruh proses berjalan lancar. Hari ini ada sembilan bus yang disiapkan, delapan untuk jemaah dan satu sebagai cadangan,” katanya.
Jurait menjelaskan, secara keseluruhan jumlah jemaah haji asal Kota Samarinda yang berangkat pada musim haji tahun 2026 mencapai 1.024 orang yang tersebar dalam beberapa kelompok terbang.
Mereka tergabung dalam kloter 1 hingga kloter 17 yang secara bertahap akan kembali ke tanah air sesuai jadwal pemulangan yang telah ditetapkan.
Meski mayoritas jemaah dapat menyelesaikan ibadah dan kembali dengan selamat, terdapat dua jemaah asal Samarinda yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah haji.
“Dari total 1.024 jemaah, ada dua jemaah yang wafat. Masing-masing berasal dari Kloter 1 dan Kloter 16,” jelasnya.
Ia menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga jemaah yang meninggal dunia dan berharap seluruh amal ibadah mereka diterima oleh Allah SWT.
Sementara itu, pemulangan jemaah haji Samarinda masih akan terus berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Kloter berikutnya yang dijadwalkan tiba adalah Kloter 8.
Selain suasana haru yang menyelimuti area penjemputan, kepulangan jemaah haji kali ini juga diwarnai dengan penampilan sejumlah jemaah yang mengenakan pakaian adat daerah.
Salah satunya adalah Indo Ilang, jemaah asal Samarinda yang mengenakan busana tradisional Bugis saat turun dari bus. Dengan wajah sumringah, ia mengaku bersyukur dapat menunaikan ibadah haji dengan lancar bersama suaminya.
“Alhamdulillah ibadah hajinya berjalan lancar, sehat sampai kembali ke Samarinda,” ujarnya.
Busana yang dikenakannya merupakan pakaian adat Bugis yang dikenal dengan nama Telini dan Nispa. Menurutnya, penggunaan pakaian tersebut bukan tanpa alasan.
“Keluarga yang mengusulkan agar saya memakai busana ini saat pulang dari haji,” katanya.
Indo Ilang mengaku setelah bertemu keluarga, dirinya berencana menggelar acara syukuran sederhana sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas kelancaran ibadah yang telah dijalani.
“Nanti ketemu keluarga dulu, setelah itu insyaallah mengadakan selamatan,” tutupnya.
Tradisi serupa juga terlihat pada sejumlah jemaah lain yang mengenakan pakaian adat Banjar. Salah satunya Ernawati Yusuf yang tampil dengan busana khas yang biasa dikenakan masyarakat Banjar setelah kembali dari Tanah Suci.
“Kalau di Banjar memang sudah menjadi tradisi. Biasanya setelah pulang haji memakai busana seperti ini,” singkatnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







