Samarinda, Kaltimetam.id – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Samarinda sejak Kamis (5/2/2026) malam hingga Jumat siang memicu terjadinya longsor di kawasan Loa Hui, Kecamatan Loa Janan Ilir, Jumat (6/2/2026). Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.10 Wita, sesaat sebelum Salat Jumat, mengakibatkan tiga rumah warga mengalami kerusakan serius akibat pergerakan tanah.
Longsor ini menjadi salah satu kejadian terparah yang dilaporkan pada hari tersebut, seiring meningkatnya intensitas hujan di Samarinda yang menyebabkan sejumlah titik rawan mengalami gangguan, mulai dari genangan hingga longsor.
Ketua RT setempat, Mustari, mengungkapkan bahwa tanda-tanda bahaya sebenarnya sudah terdeteksi sejak pagi hari. Ia menyebut, hujan deras yang berlangsung sepanjang malam membuat kondisi tanah di bawah permukiman menjadi labil.
“Di awal mungkin karena satu malam ini kan hujan deras. Jadi memang di situ awalnya itu sudah ada tembok yang pecah,” katanya.
Menurutnya, air hujan kemudian masuk melalui sela-sela tembok yang sudah retak, membuat kondisi tanah semakin jenuh. Bahkan, penjaga pos sempat mendengar suara aneh dari arah bangunan sebelum kejadian longsor terjadi.
“Pagi tadi itu yang jaga pos, dia dengar bunyi kaki-kaki rumah sudah kertuk-kertuk. Jadi saya sempat dipanggil, coba keluar dulu,” jelasnya.
Merasa ada potensi bahaya, Mustari bersama warga segera mengambil langkah cepat untuk menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi.
“Sempat saya keluarkan barang-barang yang ada di dalam. Sempat keluar di dalam kantor RT itu,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Mustari menyebut, longsor terjadi tepat pada pukul 12.10 Wita, beberapa menit sebelum warga melaksanakan Salat Jumat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini karena warga sudah lebih dulu mengantisipasi dan menjauh dari lokasi.
“Kejadiannya pas jam 12 lewat 10 menit. Siang tadi sebelum Salat Jumat,” ucapnya.
Saat ditanya apakah ada penghuni yang masih berada di dalam rumah saat longsor terjadi, Mustari menegaskan tidak ada.
“Alhamdulillah tidak ada. Karena itu kan kita sudah mengetahui kalau ini nanti akan runtuh, jadi kita menyingkir dulu,” tuturnya.
Ia menyebut, total terdapat tiga rumah yang terdampak langsung akibat longsor tersebut.
“Ada tiga rumah,” singkatnya.
Tak lama setelah laporan masuk, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda segera menerjunkan personel untuk melakukan penanganan awal.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Samarinda, Edy Susanto, mengatakan tim BPBD langsung melakukan assessment guna memastikan kondisi lapangan serta potensi bahaya lanjutan.
“Kami tadi mendapatkan laporan bahwa ada longsor di Loa Hui. Jadi saat ini kami melakukan assessment, tim dari BPBD melakukan assessment,” katanya.
Dari hasil pemantauan awal, BPBD menemukan adanya pergerakan tanah di bawah rumah warga, yang menyebabkan struktur bangunan tidak lagi stabil.
“Jadi kami lihat memang ada pergerakan tanah di bawah rumah ini, menyebabkan tiga rumah itu longsor,” ujarnya.
Lebih lanjut, Edy menjelaskan, penyebab utama longsor sementara ini diduga kuat akibat tanah yang jenuh air setelah diguyur hujan deras selama berjam-jam.
“Penyebabnya sementara kita kumpulkan itu adalah tanah yang bergerak di bawah, mungkin menyebabkan ada aliran air di bawah,” jelasnya.
Ia menambahkan, curah hujan tinggi sejak malam hingga siang hari membuat sejumlah titik rawan di Samarinda kembali mengalami gangguan.
“Seharian kemarin kan hujan. Memang dari tadi malam sampai siang ini kami ada mendapat laporan beberapa titik longsor,” ungkapnya.
Menurut Edy, laporan yang masuk hingga saat itu tercatat sekitar empat titik, namun lokasi Loa Hui disebut menjadi yang paling parah.
“Kalau laporannya masuk sampai saat ini termasuk yang di sini ada sekitar 4 laporan. Ini yang berparah,” tegasnya.
BPBD juga memberikan imbauan tegas kepada warga sekitar untuk menghindari jalur bawah di lokasi longsor, karena kondisi tanah masih labil dan dikhawatirkan dapat bergerak kembali apabila hujan turun.
“Untuk sementara kita meminta RT di sini dan warga tidak melewati jalan bawah ini. Kita lihat sudah bolong,” kata Edy.
Selain itu, BPBD meminta pihak RT dan warga untuk segera bersurat agar dapat dilakukan kajian teknis lebih lanjut, terutama untuk menentukan langkah penanganan jangka panjang.
“Nanti kita minta untuk RT dan warga untuk bersurat. Mungkin nanti ada kajian teknis dari BPBD,” tambahnya.
Terkait warga yang tinggal di sekitar jalur longsor, Edy mengatakan pihaknya telah meminta agar mereka melakukan evakuasi mandiri sementara waktu.
“Kami sudah sampaikan, untuk sementara mengevakuasi warganya yang tinggal di jalur rumah yang longsor ini. Karena kita tidak tahu nanti apabila ada hujan lagi, ada bergerak lagi,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







