Samarinda, Kaltimetam.id – Malam yang semula diwarnai alunan musik di sebuah kafe kawasan Jalan Kemakmuran, Kelurahan Sungai Pinang Dalam, Kecamatan Sungai Pinang, mendadak berubah mencekam. Suara dentuman keras yang muncul dari area proyek jaringan gas (jargas) pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 22.40 Wita membuat puluhan pengunjung berhamburan keluar karena mengira telah terjadi ledakan.
Suasana panik berlangsung hanya dalam hitungan detik. Pengunjung yang tengah menikmati hiburan langsung meninggalkan tempat duduk mereka setelah suara keras disertai getaran terdengar dari arah proyek yang berada di samping Gang KNPI. Sejumlah warga di sekitar lokasi juga keluar rumah untuk mencari tahu sumber suara yang sempat menggemparkan kawasan tersebut.
Kepanikan semakin bertambah ketika dari lokasi proyek muncul semburan lumpur yang mencapai area sekitar. Beberapa pengunjung yang berada di luar bangunan terkena lumpur, sementara halaman dan bagian depan kafe dipenuhi tanah basah. Beruntung, insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka serius. Namun, suasana yang mendadak berubah membuat aktivitas di kawasan tersebut sempat lumpuh selama beberapa saat.
Pemilik kafe, Juni, mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang terjadi ketika dentuman itu terdengar. Saat itu ia sedang berada di meja kasir melayani pelanggan.
“Saya cuma dengar suara seperti gemuruh, lalu ada dentuman yang sangat keras. Setelah itu semua orang langsung panik dan lari keluar,” katanya.
Menurut Juni, kondisi kafe saat itu sedang berada pada jam ramai. Pengunjung memenuhi hampir seluruh area karena pertunjukan musik sedang berlangsung.
Ia mengatakan sedikitnya tiga orang pengunjung terkena semburan lumpur akibat kejadian tersebut. Meski tidak mengalami cedera, pakaian mereka dipenuhi lumpur sehingga harus segera membersihkan diri.
Selain itu, beberapa peralatan makan dan minum di dalam kafe pecah akibat kepanikan ketika pengunjung berdesakan menuju pintu keluar.
“Kerusakan tidak terlalu banyak, hanya beberapa gelas pecah dan tempat jadi kotor karena lumpur masuk ke area kafe,” ujarnya.
Tidak lama setelah kejadian, pihak pelaksana proyek jaringan gas mendatangi lokasi untuk memberikan penjelasan kepada warga. Mereka memastikan suara dentuman yang terdengar bukan berasal dari ledakan gas, melainkan dari proses pengujian jaringan pipa yang mengalami kebocoran.
Humas PT Panca Indah Jayamahe, Samsudin, menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan tahapan pengujian tekanan sebelum jaringan gas mulai dioperasikan. Menurutnya, seluruh jaringan pipa harus dipastikan bebas dari kebocoran agar distribusi gas nantinya dapat berjalan dengan aman.
“Yang kami lakukan adalah uji kebocoran jaringan. Saat pengujian itu pipa belum berisi gas sama sekali, melainkan hanya menggunakan udara dari kompresor,” jelasnya.
Ia mengatakan udara bertekanan tersebut dipadukan dengan cairan odorant, yakni zat beraroma yang menyerupai bau gas. Cairan tersebut digunakan sebagai penanda untuk memudahkan petugas menemukan titik kebocoran apabila terdapat sambungan pipa yang belum rapat. Dalam proses pengujian itu, salah satu titik jaringan mengalami kebocoran sehingga tekanan udara keluar secara tiba-tiba dan menghasilkan suara dentuman yang cukup keras.
“Ini bukan ledakan gas. Kalau gas yang meledak pasti ada api. Yang terjadi adalah kebocoran saat proses pengujian tekanan jaringan,” tegasnya.
Samsudin menambahkan, tekanan yang digunakan selama pengujian memang jauh lebih tinggi dibandingkan tekanan saat jaringan mulai dioperasikan.
Ia menjelaskan, proses uji tekanan menggunakan kisaran 4 hingga 6 bar, sedangkan ketika gas mulai dialirkan ke rumah-rumah pelanggan nanti tekanannya hanya sekitar 0,02 bar atau 0,3 PSI, sehingga jauh lebih rendah dan telah memenuhi standar keselamatan.
Jaringan gas yang sedang dibangun merupakan bagian dari program perluasan distribusi gas bumi di Kota Samarinda. Pasokan gas nantinya berasal dari Lapangan Pelita 7 dan akan disalurkan ke sejumlah kawasan permukiman, termasuk wilayah Kesuma Bangsa, Sentosa Dalam, Gerilya, Gang Sepakat, Damanhuri hingga Jalan DI Panjaitan. Pengoperasiannya ditargetkan dimulai pada September 2026.
Menanggapi dampak yang ditimbulkan, PT Panca Indah Jayamahe menyatakan siap bertanggung jawab atas kerugian yang dialami masyarakat maupun pelaku usaha di sekitar lokasi.
“Kami bertanggung jawab penuh. Kalau ada kerusakan atau kerugian akibat kejadian ini akan kami selesaikan,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







