Portal Pembatas Tertabrak Mobil Boks, PUPR Tegaskan Jembatan Ahmad Amins Masih Layak Dilintasi

Mobil Box Tabrak Portal Jembatan Ahmad Amins Samarinda. (Foto: ITS)

Samarinda, Kaltimetam.id – Sebuah insiden lalu lintas terjadi di kawasan Jembatan Ahmad Amins, Kamis (25/9/2025) siang, ketika sebuah mobil boks teller milik salah satu bank menabrak portal pembatas ketinggian di sisi Kelurahan Sungai Kapih, Kecamatan Sambutan.

Kejadian tersebut sempat menimbulkan keresahan warga sekitar yang khawatir dengan kondisi jembatan, mengingat jembatan tersebut merupakan jalur vital penghubung aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat Samarinda.

Namun, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda dengan cepat memberikan klarifikasi. Melalui tim UPTD Pemeliharaan Jalan dan Jembatan, pengecekan menyeluruh dilakukan di lokasi. Hasil pemeriksaan memastikan bahwa struktur jembatan tetap aman dan tidak terdampak benturan kendaraan tersebut.

“Jembatan dalam kondisi aman. Kerusakan hanya terjadi pada portal pembatas karena portal dipasang bukan di struktur utama, melainkan di sisi jalan masuk. Kami imbau pengendara lebih disiplin agar kejadian serupa tidak terulang,” ujar Kabid Bina Marga PUPR Samarinda, Budy Santoso, Kamis (25/9/2025).

Portal pembatas ketinggian dipasang sebagai salah satu instrumen pengamanan Jembatan Ahmad Amins. Pemasangan ini merupakan rekomendasi dari Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) setelah melakukan kajian teknis. Fungsinya adalah membatasi kendaraan bertonase tinggi agar tidak melewati jembatan, sehingga menjaga daya tahan dan keamanan konstruksi.

Selain portal, sejumlah langkah pengamanan lain juga telah diterapkan, di antaranya pemasangan sensor pemantau dan perlindungan khusus di area Pylon 7. Evaluasi menyeluruh terus dilakukan oleh PUPR Samarinda bersama tim teknis, sebelum nantinya hasil akhir akan kembali diajukan ke KKJTJ untuk menentukan kebijakan lanjutan mengenai pembatasan ketinggian kendaraan.

Tak hanya dari pemerintah, pihak bank pemilik mobil boks juga langsung menindaklanjuti insiden tersebut. Melalui perwakilannya, mereka menyatakan siap menanggung kerugian akibat kerusakan portal.

“Perwakilan mereka sudah bertemu dengan petugas di lapangan dan berkomitmen memperbaiki portal sesuai kondisi awal,” jelasnya.

Sikap kooperatif ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan portal sehingga fungsi pengamanan jembatan kembali maksimal.

Jembatan Ahmad Amins memiliki peran strategis sebagai jalur penghubung utama bagi ribuan kendaraan setiap harinya. Dengan posisi yang menghubungkan berbagai kawasan penting di Samarinda, jembatan ini tidak hanya mendukung aktivitas masyarakat, tetapi juga roda perekonomian daerah.

Karena itu, setiap insiden sekecil apa pun yang melibatkan jembatan ini selalu mendapat perhatian serius dari pemerintah maupun masyarakat. Penerapan sistem pembatasan dan pengawasan ketat menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang menjaga kelayakan jembatan untuk digunakan dalam jangka waktu lama.

Pemerintah Kota Samarinda mengingatkan kembali pentingnya kesadaran dan kedisiplinan para pengendara. Mengecek tinggi kendaraan sebelum melintasi jembatan dinilai sebagai langkah sederhana namun krusial dalam mencegah kecelakaan.

“Kami berharap pengguna jalan bisa lebih berhati-hati. Insiden ini menjadi pengingat agar setiap pengemudi memperhatikan rambu dan aturan sebelum melintas,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id