Pemprov Kaltim Siapkan Fasilitas Tambat Kapal di Mahakam, Upaya Baru Dongkrak PAD 2026

Aktivitas kapal tongkang di Sungai Mahakam. Pemprov Kaltim menargetkan pembangunan fasilitas tambat kapal sebagai sumber PAD baru mulai 2026. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menggarap potensi ekonomi di alur Sungai Mahakam sebagai strategi menghadapi menurunnya kemampuan fiskal daerah.

Salah satu rencana yang kini diprioritaskan adalah pembangunan fasilitas tambat kapal sebagai sumber pendapatan baru bagi kas daerah.

Kepala Dinas Perhubungan Kaltim, Yusliando, mengungkapkan bahwa tahun ini Kaltim diproyeksikan mengalami penurunan Transfer ke Daerah (TKD) hingga sekitar Rp6 triliun. Kondisi tersebut membuat Pemprov perlu mencari ruang pendapatan alternatif yang selama ini belum tersentuh.

Menurutnya, Sungai Mahakam memiliki potensi besar karena selama ini aktivitas transportasi sungai, bongkar muat, dan hilir mudik kapal sudah berlangsung aktif, namun belum memberikan kontribusi signifikan bagi keuangan daerah.

“Gubernur melihat Mahakam sebagai aset strategis yang belum dieksplorasi optimal untuk pendapatan daerah. Pengelolaan alur sungai selama ini sepenuhnya di bawah KSOP dengan dukungan pihak ketiga seperti Pelindo. Ke depan, daerah harus punya ruang untuk ikut mendapatkan manfaat ekonomi,” ujar Yusliando, Kamis (15/1/2026).

Pemprov Kaltim kini menyiapkan pembangunan fasilitas tambat kapal di dua titik yang dinilai paling siap secara aset, yakni kawasan Sungai Kunjang dan Sungai Lais.

Kedua lokasi tersebut berada di atas lahan milik Pemprov sehingga memudahkan proses perencanaan dan pelaksanaan.

Rencana pembangunan akan digarap secara bertahap mulai 2026, mengingat kebutuhan anggaran yang cukup besar. Tahap awal diarahkan pada pembangunan sarana dasar dan pemenuhan aspek teknis konstruksi.

“Anggarannya memang tidak kecil, makanya pembangunannya bertahap. Dua lokasi itu dipilih karena lahannya sudah menjadi aset pemerintah provinsi,” jelasnya.

Untuk pengelolaan jasa tambat kapal, Pemprov Kaltim menyiapkan skema kerja sama business to business (B2B).

Pola ini memungkinkan daerah mendapatkan porsi pendapatan tanpa harus berjalan sendiri.

Dalam rencana tersebut, Perusahaan Daerah Melati Bhakti Satya (MBS) diproyeksikan menjadi wakil pemerintah daerah untuk menjalin kerja sama dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP).

“Penunjukannya belum resmi, tapi arah kami MBS akan disiapkan sebagai vendor. Targetnya tahun 2027 sudah ditetapkan. Skemanya masih dalam pembahasan bersama,” kata Yusliando.

Perencana teknis proyek, Ahmad Maslihuddin, menjelaskan bahwa kedua lokasi akan dibangun dengan kapasitas tambat yang cukup besar untuk menampung lalu lintas kapal di Mahakam.

Di Sungai Kunjang dirancang enam dolphin atau tiang tambat, sementara di Sungai Lais direncanakan 10 dolphin.

Jika digabung, total kapasitas mencapai 16 dolphin dengan kemampuan menampung kapal hingga tiga baris karena menggunakan sistem rafting.

“Setiap dolphin mampu menerima tiga baris kapal. Jadi kapasitas tambat secara keseluruhan akan sangat memadai untuk kebutuhan awal,” terangnya.

Meski begitu, proyek masih berada pada tahap penyempurnaan desain dan penyesuaian anggaran. Tim perencana terus mengevaluasi biaya konstruksi agar jumlah titik tambat dapat diperluas sesuai rencana awal.

“Target awal kami 20 titik tambat untuk dua lokasi. Saat ini desainnya sedang disederhanakan supaya jumlah itu tetap bisa dikejar. Harapannya pekerjaan bisa rampung pada akhir 2026,” tutupnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version