Samarinda, Kaltimetam.id – Wali Kota Samarinda, Andi Harun, akhirnya angkat bicara terkait meninggalnya Mandala Rizky Saputra (16), siswa SMK Negeri 4 Samarinda, yang belakangan menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial.
Kasus tersebut memicu perhatian luas masyarakat setelah muncul dugaan bahwa korban mengalami masalah kesehatan yang berkaitan dengan penggunaan sepatu kekecilan. Viralitas kasus itu kemudian memunculkan berbagai reaksi publik, termasuk kritik terhadap perhatian sekolah dan pemerintah terhadap kondisi siswa.
Menanggapi hal tersebut, Andi Harun menegaskan Pemerintah Kota Samarinda telah memberikan arahan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) agar lebih serius memberikan perhatian terhadap kondisi siswa di sekolah, khususnya pelajar yang membutuhkan perhatian dan bantuan khusus.
“Kami juga sudah memberi arahan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk melakukan atensi yang lebih serius,” ujarnya.
Menurut Andi Harun, persoalan yang sebenarnya dapat diselesaikan dengan cepat justru bisa berkembang menjadi kegaduhan publik apabila komunikasi dan penanganannya tidak berjalan secara efektif.
Ia menilai derasnya arus informasi di media sosial membuat setiap persoalan yang terlambat ditangani berpotensi menjadi perhatian besar masyarakat dan menimbulkan keresahan.
“Kita tidak ingin masalah yang bisa kita selesaikan dalam tempo cepat, tapi kemudian efek viralitas sebuah berita itu membuat kegaduhan di tengah-tengah kita mengelola pemerintahan,” katanya.
Andi Harun menegaskan bahwa selama persoalan tersebut berada dalam ruang lingkup Kota Samarinda, pemerintah daerah akan mengambil tanggung jawab penuh dalam penanganannya.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh abai terhadap persoalan masyarakat, terlebih jika berkaitan dengan dunia pendidikan dan kondisi pelajar yang membutuhkan perhatian khusus.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Sosial Republik Indonesia, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, atas perhatian yang diberikan terhadap kasus yang terjadi di Samarinda tersebut.
“Kami juga ucapkan terima kasih kepada Pak Menteri Sosial Gus Ipul atas atensi yang begitu luar biasa,” ucapnya.
Selain itu, Andi Harun meminta pihak sekolah, khususnya kepala sekolah, agar lebih proaktif melaporkan kondisi siswa yang membutuhkan perhatian khusus kepada Dinas Pendidikan agar dapat segera ditindaklanjuti sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar.
“Kepala sekolah harus proaktif melaporkan keadaan siswanya pada titik mana siswa-siswa yang memang perlu kepedulian khusus,” tegasnya.
Menurutnya, kejadian seperti yang dialami Mandala seharusnya dapat dicegah apabila komunikasi dan koordinasi antara sekolah, Dinas Pendidikan hingga pemerintah daerah berjalan dengan baik dan responsif.
“Kalau komunikasi dan feedback berjalan efektif antara sekolah dan Dikbud, seharusnya yang begini bisa ditanggulangi,” katanya.
Kasus meninggalnya Mandala sebelumnya memang menjadi perhatian luas publik setelah kisahnya ramai dibahas di media sosial. Berbagai unggahan warganet mempertanyakan kondisi korban hingga dugaan kurangnya perhatian terhadap kebutuhan siswa di lingkungan sekolah.
Viralnya kasus tersebut kemudian memunculkan simpati luas masyarakat dan mendorong berbagai pihak memberikan perhatian terhadap pelayanan pendidikan serta kondisi sosial pelajar di Samarinda.
Andi Harun berharap kejadian serupa tidak kembali terulang dan menjadi pelajaran penting bagi seluruh pihak, baik pemerintah, sekolah, maupun masyarakat dalam meningkatkan kepedulian terhadap kondisi siswa.
“Kami berdoa dan berharap kejadian serupa tidak lagi terjadi di masa-masa yang akan datang,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







