Pembangunan Sekolah Rakyat Rintisan di Samarinda Hampir Rampung, Progres Tembus 85 Persen

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim, Andi Muhammad Ishak. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Harapan menghadirkan akses pendidikan yang lebih merata di Kalimantan Timur segera terwujud. Pembangunan Sekolah Rakyat Rintisan yang berlokasi di kawasan SMAN 16 Samarinda kini memasuki tahap akhir. Dengan progres mencapai 85 persen, pemerintah optimistis sekolah berasrama ini dapat segera digunakan untuk menampung para peserta didik.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menyampaikan bahwa Satuan Kerja (Satker) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah menggenjot penyelesaian pembangunan. Fokus saat ini diarahkan pada pemenuhan sarana prasarana vital, termasuk sistem penyediaan air bersih, instalasi listrik, hingga kesiapan dapur untuk mendukung kebutuhan makan siswa.

“Meski masih ada beberapa aspek yang harus dipenuhi, progres pembangunan sekolah rakyat saat ini sudah mencapai 85 persen,” ujarnya.

Salah satu elemen yang belum diputuskan secara final adalah sistem dapur. Pemerintah pusat saat ini masih mempertimbangkan dua opsi, yakni penyediaan makanan melalui sistem katering atau memasak langsung di dapur sekolah.

Menurut Andi, pilihan ini krusial karena akan menentukan kebutuhan tambahan, baik dalam hal penyediaan alat memasak maupun peralatan makan untuk ratusan siswa yang akan menempuh pendidikan di sekolah rakyat.

“Kalau masak di sekolah, tentu harus ada persiapan alat-alat dapur dan perlengkapan makan. Sementara kalau katering, harus dipastikan kualitas dan kontinuitas pasokan makanannya,” jelasnya.

Sejumlah fasilitas utama lainnya disebut sudah rampung. Asrama siswa, kamar tenaga pengasuh, hingga ruang untuk guru sudah terpasang lengkap dengan instalasi listrik di setiap kamar. Hal ini menjadi salah satu faktor kunci dalam mendukung sistem pendidikan berasrama.

“Alhamdulillah, seluruh kamar sudah terpasang listrik, baik kamar untuk siswa maupun tenaga pendidik, pengasuh, maupun wali asuh,” ungkap Andi.

Tak hanya fasilitas fisik, kebutuhan tenaga pendidik juga telah dipenuhi. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) telah menetapkan 31 guru yang akan ditempatkan di dua sekolah rakyat rintisan, termasuk di Samarinda.

“Proses perekrutan dan penugasan guru sudah selesai. Jadi ketika sekolah ini siap digunakan, tenaga pengajarnya juga sudah siap mengajar,” tambahnya.

Program Sekolah Rakyat Rintisan merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam memastikan pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi kalangan prasejahtera dan mereka yang berada di daerah dengan keterbatasan fasilitas.

Di Kalimantan Timur, keberadaan sekolah ini dipandang sebagai simbol penting dari upaya negara dalam menjawab kebutuhan pendidikan yang inklusif dan berkualitas. Dengan konsep berasrama, sekolah rakyat diharapkan mampu menjadi solusi bagi anak-anak dari berbagai daerah yang sulit menjangkau sekolah menengah atas reguler.

“Sekolah rakyat ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian negara agar anak-anak kita, tanpa terkecuali, bisa mendapat kesempatan menempuh pendidikan yang layak,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id