Panik Tak Bisa Lepas Bearing di Alat Vital, Pria 30 Tahun Minta Bantuan Damkar dan Dilarikan ke RS

Proses evakuasi oleh Tim Damkar Posko 5 Samarinda membawa korban ke Rumah Sakit Hermina Samarinda. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Seorang pria bernama Rema (30) harus menjalani penanganan medis serius setelah alat vitalnya terjepit bearing motor selama hampir sepekan. Kondisi tersebut membuat korban mengalami pembengkakan parah hingga infeksi dan akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Hermina Samarinda usai meminta bantuan kepada petugas pemadam kebakaran.

Peristiwa yang tergolong tidak biasa itu terjadi di Samarinda dan sempat mengundang perhatian masyarakat setelah informasi penanganannya beredar di media sosial.

Korban awalnya mendatangi Posko V Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda untuk meminta bantuan melepaskan bearing motor yang terpasang di alat vitalnya.

Saat dimintai keterangan, Rema mengaku tindakan tersebut dilakukan karena iseng.

“Iseng aja,” ujarnya.

Menurut pengakuannya, bearing tersebut telah terpasang sejak sekitar satu minggu lalu. Awalnya korban tidak langsung berusaha melepaskannya karena merasa tidak ada masalah serius.

Namun seiring waktu, kondisi alat vitalnya mulai membengkak dan menimbulkan rasa nyeri yang semakin hebat.

“Lama-kelamaan bengkak jadi agak susah,” katanya.

Korban mengaku sempat mencoba melepaskan bearing tersebut sendiri, tetapi upaya itu tidak berhasil.

“Hampir seminggu pernah coba lepas, tapi belum bisa,” tuturnya.

Selain pembengkakan, korban juga mulai merasakan sakit saat buang air kecil dan kesulitan bergerak akibat rasa nyeri yang terus muncul.

“Kalau sekarang buang air kecil lumayan sakit,” katanya.

Ia mengaku kondisinya semakin terasa menyiksa dalam beberapa hari terakhir.

“Yang dirasakan saat ini sakit. Tidak bisa gerak sama sekali,” ujarnya.

Rema mengaku akhirnya memutuskan meminta bantuan petugas pemadam kebakaran karena bingung harus meminta pertolongan ke mana lagi.

“Saya bingung mau minta bantuan siapa lagi,” katanya.

Lebih lanjut, ia juga mengaku sempat panik karena takut bearing tersebut tidak bisa dilepas.

“Panik banget,” tambahnya.

Saat ditanya apa yang paling dikhawatirkan, korban mengaku takut kondisi tersebut akan semakin parah.

“Yang dikhawatirkan ya gak bisa lepas aja,” tutupnya.

Petugas Damkar Posko V Samarinda yang menerima laporan langsung melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban.

Namun setelah dilakukan observasi, petugas menilai kondisi korban sudah cukup serius sehingga memerlukan penanganan medis lanjutan di rumah sakit.

Personel Damkar Posko V Samarinda, Novan mengatakan, laporan diterima sekitar pukul 14.00 Wita.

“Untuk laporan tadi sekitar jam 2-an siang dan kondisinya memang kita lihat sudah parah,” ujarnya.

Melihat kondisi korban yang mengalami pembengkakan dan infeksi cukup serius, pihak damkar langsung berkoordinasi dengan Rumah Sakit Hermina Samarinda.

“Setelah kami melakukan penanganan dan pemeriksaan di posko dan kami melihat sudah terjadi pembengkakan yang cukup parah dan terjadi infeksi juga, akhirnya kami dari Damkar Posko V berkoordinasi sama pihak dari RS Hermina,” katanya.

Pihak rumah sakit kemudian menerima korban untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh dokter spesialis.

Dari hasil observasi medis, korban diketahui harus menjalani operasi besar karena terdapat gangguan pada pembuluh darah di area alat vitalnya.

“Setelah dilakukan observasi dari dokter spesialis bahwa harus dilakukan tindakan operasi besar karena ada pembuluh darah yang memang harus segera disambung,” tuturnya.

Ia menjelaskan, posisi bearing berada di pangkal alat vital korban sehingga menyebabkan pembengkakan cukup parah.

“Pembengkakan itu memang karena posisi bearing tadi berada di pangkal kemaluan pasien,” katanya.

Menurut Novan, pembengkakan terjadi dari bagian ujung bearing hingga ke kepala alat vital korban dan disertai tanda-tanda infeksi serius.

“Dan itu pembengkakan yang sangat luar biasa, sudah memerah dan sudah terjadi infeksi di sekeliling lingkaran kemaluan tersebut,” ucapnya.

Petugas juga memastikan benda yang menjepit alat vital korban merupakan bearing motor.

“Bearing motor,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version