Operasi Patuh Mahakam 2025 Ditutup, Pelanggaran Lalu Lintas Capai Ribuan Kasus

Operasi Patuh Mahakam 2025, Satlantas Polresta Samarinda jaring ribuan pelanggar. (Foto: Siko/kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Operasi Patuh Mahakam 2025 yang digelar oleh Satlantas Polresta Samarinda resmi berakhir pada Minggu, (27/07/2025).

Selama dua pekan pelaksanaannya, operasi ini mencatat ribuan pelanggaran lalu lintas yang didominasi oleh kelalaian penggunaan helm dan keterlibatan anak-anak di bawah umur sebagai pengendara.

Kasatlantas Polresta Samarinda, Kompol La Ode Prasetyo Fuad, dalam keterangan persnya menyampaikan bahwa total 1.337 tilang telah dikeluarkan sebagai bentuk tindakan represif terhadap pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Operasi Patuh ini memang difokuskan pada upaya penegakan hukum atau represif. Artinya, pelanggaran-pelanggaran yang kami temui di lapangan tidak lagi cukup hanya dengan teguran. Kami langsung memberikan sanksi tilang untuk menumbuhkan efek jera,” tegasnya.

Selain tindakan tilang, pihak kepolisian juga mencatat sebanyak 1.932 teguran diberikan kepada pengendara. Teguran ini dimaksudkan sebagai sarana edukasi agar masyarakat lebih memahami pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.

“Dua pendekatan ini kami lakukan secara beriringan. Teguran untuk yang pelanggarannya masih bisa ditoleransi, dan tilang untuk yang fatal atau membahayakan. Semua demi keselamatan di jalan raya,” lanjutnya.

Salah satu temuan paling dominan selama operasi adalah pelanggaran penggunaan helm, yang dianggap sebagai pelanggaran mendasar namun kerap diabaikan. Tak sedikit pengendara roda dua yang kedapatan tidak memakai helm, atau hanya pengendara yang mengenakannya sementara penumpang tidak.

“Kami masih banyak menemukan pengendara yang menggunakan helm tetapi penumpangnya tidak. Yang lebih memprihatinkan adalah orang tua yang membonceng anak-anak ke sekolah mereka pakai helm, anaknya tidak,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa helm bukan sekadar pelengkap berkendara, tetapi pelindung vital yang mampu menyelamatkan nyawa dan mengurangi risiko cedera berat saat terjadi kecelakaan. Oleh karena itu, pihaknya terus mengimbau kepada masyarakat untuk menanamkan kesadaran bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.

Tak hanya itu, dalam Operasi Patuh tahun ini, fenomena pelajar yang mengendarai motor ke sekolah juga menjadi perhatian serius.

Lebih lanjut, La Ode mengungkapkan bahwa pihaknya masih mendapati banyak anak sekolah yang belum cukup umur dan belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) mengendarai kendaraan bermotor di jalan raya.

“Anak-anak ini rentan terlibat kecelakaan. Dalam tiga tahun terakhir, kami mencatat lebih dari 300 anak yang terlibat kecelakaan lalu lintas, dan sebagian besar dari mereka tidak memiliki SIM. Ini angka yang tidak bisa dianggap sepele,” katanya.

Dalam konteks ini, pihaknya mengajak peran aktif orang tua dan pihak sekolah untuk ikut mengawasi dan mendidik anak-anak agar tidak terburu-buru menggunakan kendaraan sebelum waktunya. Kepolisian juga akan memperkuat koordinasi dengan dinas pendidikan dan sekolah-sekolah untuk mengadakan sosialisasi tertib berlalu lintas di lingkungan pelajar.

Di sisi lain, penggunaan sepeda listrik di jalan raya yang makin marak juga menjadi bagian dari perhatian Satlantas. Berdasarkan peraturan yang berlaku, sepeda listrik hanya diperbolehkan digunakan di dalam kawasan tertutup, bukan di jalan umum.

“Secara aturan, sepeda listrik tidak boleh digunakan di jalan raya. Meski bentuknya kecil dan tidak terlihat berbahaya, penggunaannya tetap harus mengikuti ketentuan. Kalau tetap dipaksakan di jalan umum, itu termasuk pelanggaran,” tambahnya.

Satlantas Polresta Samarinda berharap melalui Operasi Patuh Mahakam 2025 ini, masyarakat dapat lebih sadar akan pentingnya tertib lalu lintas sebagai bagian dari budaya keselamatan. Meski operasi telah berakhir, Kompol La Ode memastikan penindakan terhadap pelanggaran tetap akan dilakukan secara berkelanjutan.

“Operasi mungkin selesai, tapi tugas kami di lapangan tidak pernah berhenti. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama kami,” tutupnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id