Kaltim, Kaltimetam.id – Program cek kesehatan gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto dan resmi berjalan sejak Februari 2025 mulai memberikan dampak positif bagi warga Kota Samarinda. Salah satunya terlihat di Puskesmas Air Putih yang mencatat tren peningkatan jumlah kunjungan masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatannya secara gratis.
Kepala Puskesmas Air Putih, dr Zheditya, mengungkapkan, hingga awal Juli 2025, setidaknya rata-rata ada lima hingga tujuh warga yang datang setiap hari untuk memanfaatkan layanan ini. Sejak diluncurkan awal tahun, tercatat sudah lebih dari 100 warga yang berobat ke Puskesmas Air Putih secara gratis.
“Untuk fasilitas cek kesehatan gratis yang sudah dicanangkan oleh Presiden Prabowo, khususnya di Puskesmas Air Putih dan 26 puskesmas lain di Samarinda, berjalan lancar. Data dari Dinas Kesehatan menunjukkan, secara keseluruhan capaian program ini sudah 14 persen dari target tahunan,” ujar Zheditya, Selasa (8/7/2025).
Walaupun layanan ini sudah berjalan baik, Zheditya mengakui masih ada tantangan teknis, terutama terkait jaringan internet dan kestabilan aplikasi Sehat Indonesiaku yang digunakan dalam pendataan layanan. Kadang kala, laporan hasil pemeriksaan atau ‘rapor kesehatan’ yang dijanjikan keluar dalam 2×24 jam, harus tertunda hingga maksimal tujuh hari.
Untuk meningkatkan partisipasi warga, pihak puskesmas menggiatkan promosi layanan kesehatan ini melalui media sosial, penyuluhan di posyandu, serta menggandeng RT dan kader kesehatan sebagai perpanjangan tangan pelayanan.
“Sekarang lebih mudah. Dulu daftar cek kesehatan harus pakai aplikasi di HP Android, sekarang warga bisa langsung datang ke puskesmas, nanti tenaga kesehatan yang mendaftarkan. Jadi lebih nyaman,” jelas Zheditya.
Menariknya, dari berbagai kalangan yang memanfaatkan layanan ini, kelompok lanjut usia (lansia) justru menjadi yang paling aktif. Hal ini lantaran layanan gratis mencakup pemeriksaan laboratorium sederhana hingga rekam jantung, yang sangat dibutuhkan oleh warga usia di atas 45 tahun.
“Selain cek lab, kita juga sediakan rekam jantung. Ini yang paling dimanfaatkan lansia karena mereka sadar pentingnya deteksi dini penyakit,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk menggaet kalangan muda, Zheditya mengajak mereka lebih peduli terhadap kesehatan sejak dini.
“Anak muda ini yang nanti melanjutkan estafet bangsa. Lebih baik kita cegah sekarang daripada mengobati nanti. Manfaatkan layanan kesehatan gratis ini, jangan tunggu sakit dulu baru periksa,” imbaunya.
Beberapa warga yang datang mengaku baru mengetahui adanya program cek kesehatan gratis ini setelah mendapatkan informasi dari RT setempat. Seperti yang disampaikan Maryam (50), warga Jalan Lumba-Lumba, yang mengaku baru pertama kali memanfaatkan layanan ini.
“Alhamdulillah lebih semangat. Kita jadi tahu kalau tekanan darah berapa, gigi gimana. Ternyata bisa periksa gratis,” ujar Maryam diwawancarai usai melakukan cek kesehatan gratis di Convention Hall Sempaja dalam rangka peringatan Hari Kesatuan Gerak PKK- ke 53.
Hal serupa diungkapkan Surya Hadi (25), pekerja swasta asal Rawasari 1 Air Putih. Ia mengaku tahu informasi ini dari grup WhatsApp RT.
“Bagus sih, supaya masyarakat lebih sadar kesehatan. Kebetulan saya kerja, jadi pas ada waktu sempatin periksa,” ucapnya.
Sementara Fitri (25), warga Selili, menyayangkan masih banyak anak muda yang enggan datang ke puskesmas, meski tahu informasinya.
“Anak muda itu tahu, tapi kadang malas gerak. Malah orang tua yang lebih semangat,” ujarnya.
Secara keseluruhan, program ini menargetkan ribuan warga Samarinda memanfaatkan cek kesehatan gratis tanpa harus menunggu hari ulang tahun seperti konsep awalnya.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular serta Kesehatan Jiwa Dinkes Kaltim, dr Ika Gladies, menyebutkan saat ini total pendaftar layanan ini di Samarinda sudah mencapai 6.000 orang.
“Konsepnya memang kado ulang tahun, tapi sekarang kapan saja bisa. Awalnya saat launching masih 2.000-an, sekarang sudah 6.000 pendaftar,” terang Ika.
Secara provinsi, capaian cek kesehatan gratis di Kaltim masih tergolong kecil, baru sekitar 45 ribu orang atau 1-2 persen dari jumlah penduduk. Karena itu, Dinkes terus mendorong puskesmas dan komunitas untuk jemput bola ke masyarakat, baik melalui kegiatan PKK maupun di tempat kerja.
“Yang sudah jalan itu untuk dewasa muda sampai lansia. Kalau anak sekolah nanti kita jemput bola ke sekolah-sekolah agar semua terlayani,” tutupnya. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







