Keributan di Kantor Grab Samarinda Berakhir Damai, Dipicu Kesalahpahaman Pemasangan Baliho di Depan RS AWS

Pamapta Polresta Samarinda di lokasi keributan tepatnya di kantor Grab Jalan Wahid Hasyim I, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Keributan yang sempat terjadi di Kantor Grab Samarinda di kawasan Jalan Wahid Hasyim I, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, akhirnya berakhir damai setelah dilakukan mediasi oleh aparat kepolisian. Peristiwa yang melibatkan sejumlah anggota organisasi kemasyarakatan (ormas) dan pihak perusahaan transportasi berbasis aplikasi tersebut dipicu kesalahpahaman terkait pemasangan baliho di salah satu titik strategis Kota Samarinda.

Kejadian itu sempat mengundang perhatian warga sekitar dan pengguna jalan yang melintas di kawasan kantor Grab. Informasi mengenai adanya keributan kemudian diterima pihak kepolisian yang langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk memastikan situasi tetap aman dan terkendali.

Pamapta III Polresta Samarinda Aiptu Joko Wahyudi menjelaskan, berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, permasalahan bermula dari pemasangan baliho promosi milik Grab yang dikerjakan oleh pihak ketiga atau vendor yang ditunjuk perusahaan. Menurutnya, pemasangan baliho tersebut dilakukan di lokasi yang sebelumnya telah digunakan oleh salah satu organisasi masyarakat untuk memasang media promosi mereka. Kondisi itu menimbulkan keberatan dari pihak ormas yang merasa lokasi pemasangan mereka digunakan tanpa adanya koordinasi terlebih dahulu.

“Kami menerima laporan dari masyarakat terkait adanya keributan antara salah satu ormas di Samarinda dengan pihak Grab. Setelah kami lakukan pengecekan, ternyata persoalan berawal dari pemasangan baliho yang dilakukan vendor yang ditunjuk oleh Grab,” ujarnya, Jumat (05/06/2026).

Dari hasil klarifikasi yang dilakukan polisi, pihak Grab diketahui menyerahkan pekerjaan pemasangan baliho kepada vendor sebagai pelaksana teknis di lapangan. Namun dalam prosesnya terjadi kesalahan yang diduga karena kurangnya komunikasi mengenai status dan penggunaan titik pemasangan reklame tersebut.

Baliho yang menjadi sumber persoalan diketahui terpasang di kawasan depan Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (AWS), salah satu titik yang cukup strategis untuk kegiatan promosi karena memiliki tingkat lalu lintas kendaraan yang tinggi setiap harinya.

“Baliho itu terpasang di depan Rumah Sakit AW Syahranie. Karena ada pihak yang merasa keberatan, akhirnya mereka datang ke kantor Grab untuk meminta penjelasan terkait pemasangan tersebut,” katanya.

Kedatangan sejumlah anggota ormas ke kantor perusahaan sempat menimbulkan ketegangan. Namun situasi tidak berkembang menjadi tindakan anarkis karena aparat kepolisian bersama perwakilan kedua belah pihak segera melakukan komunikasi dan mediasi.

Dalam proses mediasi tersebut, masing-masing pihak diberikan kesempatan menyampaikan penjelasan dan kronologi menurut versi mereka. Polisi kemudian memfasilitasi dialog agar persoalan dapat diselesaikan secara musyawarah tanpa menimbulkan konflik yang lebih luas.

Dari hasil pembahasan, diketahui bahwa persoalan tersebut murni disebabkan oleh miskomunikasi dan tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan dari pihak perusahaan untuk mengambil atau menggunakan lokasi yang sebelumnya telah dimanfaatkan pihak lain.

Setelah memperoleh penjelasan lengkap, kedua belah pihak akhirnya sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Sebagai bentuk penyelesaian, vendor yang memasang baliho tersebut bersedia menurunkan materi promosi yang telah terpasang di lokasi yang dipermasalahkan.

“Setelah diklarifikasi, akhirnya ditemukan solusi. Kedua belah pihak sudah saling memahami dan tidak ada lagi yang merasa keberatan. Baliho yang dipasang oleh pihak vendor juga sudah diturunkan kembali,” jelasnya.

Menurutnya, seluruh proses mediasi berlangsung dalam suasana kondusif. Tidak ada korban maupun kerusakan fasilitas yang dilaporkan dalam kejadian tersebut. Polisi juga memastikan aktivitas di Kantor Grab Samarinda kembali berjalan normal setelah persoalan diselesaikan.

“Alhamdulillah sudah tidak ada masalah. Kedua belah pihak sudah berdamai dan permasalahan telah diselesaikan dengan baik,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version