Hujan Deras Sebabkan Tempias di Pasar Pagi, Pedagang Khawatirkan Barang Dagangan

Salah satu kios di lantai 7 Pasar Pagi Samarinda yang terdampak tempias saat hujan pada Sabtu (3/1/2026). (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Samarinda pada Sabtu (3/1/2026) menjadi semacam “uji coba alami” bagi bangunan baru Pasar Pagi.

Di tengah persiapan menuju peresmian, momen itu memperlihatkan bahwa beberapa titik pasar masih membutuhkan penyempurnaan, terutama pada area yang mengadopsi konsep ruang terbuka.

Di beberapa lantai, termasuk zona grosir tekstil lantai 7, angin mendorong air hujan hingga masuk ke selasar kios. Meski tidak menimbulkan kerusakan, situasi tersebut membuat pedagang mulai menyoroti tingkat kesiapan bangunan menghadapi cuaca ekstrem.

Mashuda, pedagang konveksi grosir yang saat itu sudah berada di lapaknya, melihat langsung bagaimana tempias masuk hingga ke pintu deretan kios.

“Anginnya kuat sekali. Air sempat terdorong masuk sampai tiga, empat pintu. Syukurnya rolling door cepat kami tutup, jadi barang aman,” ujar Mashuda, Kamis (8/1/2026).

Ia menilai kejadian itu menjadi tanda bahwa sistem perlindungan terhadap tempias perlu ditingkatkan, terutama ketika aktivitas pasar sudah penuh dan transaksi berjalan.

“Selama ini barang belum banyak ditata, jadi tidak ada kerugian. Tapi kalau nanti pasar rame, air masuk sedikit saja bisa bikin pedagang rugi,” tambahnya.

Kabar mengenai kejadian tersebut kemudian dibahas di forum komunikasi pedagang. Dari situ, masukan dikirimkan ke Dinas Perdagangan dan selanjutnya diteruskan ke instansi teknis.

Jufriansyah dari Akbar Collection mengatakan, pedagang memahami bahwa pasar memang dirancang sebagai bangunan terbuka. Karena itu, solusi tidak boleh mengubah karakter desain awal.

“Kalau ditutup permanen, sirkulasinya hilang. Bisa timbul masalah baru lagi,” ujarnya.

Pedagang kemudian menawarkan opsi penanganan yang tetap sejalan dengan arsitektur pasar, misalnya penggunaan panel atau penutup fleksibel yang hanya diaktifkan saat cuaca ekstrem.

Menurut mereka, solusi ini lebih elegan ketimbang pedagang memasang terpal atau bahan lain secara mandiri.

“Kami ingin penanganan yang resmi. Kalau pedagang pasang terpal sendiri, tampilan pasarnya jadi tidak seragam,” tutur Jufri.

Dinas Perdagangan disebut sudah merespons cepat dan berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk menyiapkan langkah perbaikan. Tim teknis juga datang meninjau beberapa lapak yang terdampak.

“Lapak saya sudah dicek. Mereka bilang akan ditindaklanjuti,” kata Mashuda.

Hingga kini, belum ada laporan kerusakan barang karena sebagian besar pedagang masih dalam tahap penataan kios dan pindahan. Peresmian Pasar Pagi tetap menunggu seluruh aspek operasional berjalan optimal. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id