Pria Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai Mahakam, Polisi Ungkap Identitas dan Lanjutkan Penyelidikan

Tim PMI dan Inafis Polresta Samarinda saat evakuasi penemuan jenazah di Perairan Sungai Mahakam kawasan Teluk Lerong. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Penemuan sesosok pria yang mengapung di perairan Teluk Lerong, Samarinda, Kalimantan Timur, akhirnya menemui titik terang. Setelah melalui proses identifikasi oleh tim kepolisian, korban dipastikan bernama Rizki Rahmadhani (33), warga Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara.

Sebelumnya, jenazah korban ditemukan warga dalam kondisi mengapung di aliran Sungai Mahakam pada Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 17.30 Wita. Penemuan tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar dan memicu beragam spekulasi mengenai penyebab kematian korban.

Petugas yang menerima laporan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Saat ditemukan, posisi korban berada di pinggir perairan sebelum akhirnya terbawa arus ke arah tengah sungai.

Proses identifikasi dilakukan oleh tim Inafis Polresta Samarinda di RSUD Abdul Wahab Sjahranie melalui pencocokan data serta pemeriksaan ciri fisik. Hasilnya, identitas korban berhasil dipastikan.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Agus Setiawan, mengatakan pihaknya kini fokus pada penyelidikan lanjutan untuk mengungkap penyebab kematian korban.

“Identitas korban sudah kita ketahui. Saat ini kami masih melakukan pendalaman terkait penyebab kematian dan kronologi kejadian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini belum dapat disimpulkan apakah korban meninggal akibat kecelakaan, kondisi medis tertentu, atau faktor lain yang memerlukan pembuktian lebih lanjut.

Pihak kepolisian juga tengah menelusuri riwayat aktivitas korban sebelum ditemukan, termasuk kemungkinan adanya laporan orang hilang yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

“Masih kami telusuri, termasuk informasi tambahan dari keluarga maupun lingkungan sekitar korban,” tambahnya.

Setelah proses identifikasi dan pemeriksaan medis selesai, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga korban yang sebelumnya menanti kepastian akhirnya dapat memastikan identitas korban.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena lokasi penemuan berada di salah satu jalur perairan utama di Samarinda yang cukup padat aktivitas. Polisi pun mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk segera melapor kepada pihak berwenang apabila menemukan hal mencurigakan di lingkungan sekitar, termasuk di kawasan perairan.

“Kami berharap masyarakat bisa turut membantu dengan memberikan informasi apabila mengetahui sesuatu yang berkaitan dengan kejadian ini,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id