Gebrakan Besar Program Makan Bergizi, Pemerintah Genjot Layanan untuk 82 Juta Warga hingga November

Deputi Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Kaltim, Kaltimetam.id – Pemerintah semakin serius dalam menjalankan program makan bergizi untuk mempercepat perbaikan kualitas kesehatan masyarakat, terutama dalam menekan angka stunting dan gizi buruk. Program yang menjadi bagian dari agenda transformasi kesehatan nasional ini, saat ini sudah menyentuh lebih dari 1.900 titik pelayanan gizi di berbagai daerah.

Data terbaru menunjukkan, jumlah penerima manfaat program makan bergizi telah mencapai 5,77 juta orang di seluruh Indonesia. Angka ini bahkan melampaui total populasi Selandia Baru dan mendekati jumlah penduduk Singapura.

“Alhamdulillah program makan gizi berjalan on track dan sesuai target,” ujar Deputi Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, saat diwawancarai usai menghadiri Rakernas PKK Nasional, Selasa (8/7/2025).

Meski capaian ini terbilang pesat, pemerintah belum berpuas diri. Target berikutnya adalah memperluas jangkauan layanan hingga 7 juta penerima pada akhir Juli 2025.

Selanjutnya, program ini diharapkan mampu menyasar lebih luas hingga 20 juta jiwa pada akhir Agustus mendatang.

“Kami ingin memenuhi target Presiden agar 82,9 juta warga mendapat manfaat di bulan November,” lanjutnya.

Percepatan capaian ini didorong oleh kesiapan tiga faktor utama yang menjadi pondasi pelaksanaan program, yakni anggaran, sumber daya manusia (SDM), dan infrastruktur. Pemerintah memastikan anggaran sudah terserap optimal, sementara perekrutan dan pelatihan SDM gizi akan rampung dalam waktu dekat.

Saat ini, sebanyak 30 ribu tenaga layanan gizi tengah dipersiapkan untuk disebar ke seluruh wilayah Indonesia. Mereka akan memperkuat 3.000 SDM yang telah lebih dulu bertugas di lapangan dalam mendistribusikan layanan makan bergizi kepada masyarakat.

“Anggaran selesai, SDM segera tuntas, dan infrastruktur terus dikebut,” kata Dadan.

Antusiasme masyarakat terhadap program ini juga terpantau tinggi di berbagai daerah. Beberapa wilayah bahkan melaporkan penerima manfaat yang sudah melampaui target awal. Hal ini menjadi bukti bahwa program makan bergizi mendapat sambutan positif dari warga.

Untuk itu, pemerintah akan menggelar peluncuran khusus di sejumlah kota yang seluruh warganya telah menerima manfaat secara penuh. Kota-kota ini akan menjadi contoh percepatan layanan makan bergizi di daerah lain.

“Nanti akan ada launching kota pertama yang penerimanya 100 persen,” jelasnya.

Selain itu, Badan Gizi Nasional juga tengah memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat distribusi layanan. Setiap kabupaten dan kota akan memiliki pusat kegiatan bersama sebagai wadah koordinasi antara pemerintah daerah dan tim Badan Gizi.

Langkah ini diyakini akan membuat koordinasi lapangan menjadi lebih efektif, sekaligus mempercepat cakupan layanan hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Upaya ini juga akan melibatkan lintas sektor agar distribusi makanan bergizi berjalan lancar dan tepat sasaran.

“Setiap kabupaten akan ada pusat kegiatan bersama untuk mempercepat layanan,” ungkap Dadan.

Dengan pencapaian yang ada saat ini, Dadan optimis Indonesia mampu memberikan layanan makan bergizi yang lebih luas lagi. Ia menggambarkan keberhasilan ini melalui perbandingan populasi negara tetangga, menegaskan bahwa capaian nasional telah melampaui beberapa negara kecil di kawasan Asia-Pasifik.

“Sekarang jumlahnya setara penduduk Singapura, nanti tambah Brunei Darussalam,” tutupnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id