Samarinda, Kaltimetam.id – DPRD Kalimantan Timur terus memperkuat langkah-langkah legislasi yang berpihak pada kepentingan generasi muda. Hal itu tergambar dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) tentang Kepemudaan yang digelar oleh Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Abdul Giaz, di Lapangan Voli, Kecamatan Samarinda Kota, pada Sabtu sore (26/7/2025).
Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WITA ini tidak hanya menjadi ajang penyebarluasan informasi tentang Perda, tetapi juga forum dialog antara legislatif dan masyarakat, khususnya kelompok pemuda. Sejumlah tokoh lokal dan perwakilan organisasi kepemudaan hadir dalam acara yang menghadirkan dua narasumber utama: Rudi dan Samsul Rizal. Kegiatan ini juga dipandu oleh seorang moderator dari kalangan muda setempat.
Dalam sambutannya, Abdul Giaz menekankan bahwa pemuda adalah motor penggerak perubahan. Menurutnya, Perda Nomor 8 Tahun 2019 tentang Kepemudaan (sebagai contoh) merupakan komitmen nyata DPRD Kaltim dalam memberikan jaminan hukum dan dukungan kelembagaan kepada generasi muda agar bisa berkembang secara maksimal dan produktif.
“Pemuda bukan sekadar objek pembangunan, tapi subjek utama yang harus diberi ruang, kepercayaan, dan perlindungan. Perda ini menjadi dasar hukum untuk mengatur hak, kewajiban, dan peran strategis mereka dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Kaltim sebagai provinsi dengan geliat pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) membutuhkan generasi muda yang berkualitas, adaptif terhadap perubahan teknologi, serta memiliki kesadaran kebangsaan yang kuat. Menurutnya, Perda Kepemudaan menjadi penting dalam menyiapkan generasi yang siap mengisi ruang-ruang strategis di masa depan.
Sementara itu, narasumber pertama, Rudi, menjelaskan isi pokok Perda Kepemudaan yang mencakup perlindungan hukum terhadap hak-hak pemuda dalam bidang pendidikan, pelatihan vokasi, olahraga, kesenian, kewirausahaan, hingga kepemimpinan. Ia menekankan bahwa regulasi ini tidak hanya berlaku di atas kertas, tetapi harus dikawal agar implementasinya benar-benar terasa hingga ke tingkat kelurahan dan desa.
“Seringkali pemuda hanya disebut sebagai aset bangsa, tapi tidak diberikan akses dan dukungan nyata. Perda ini harus menjadi kompas, bukan hanya slogan. Kita harus kawal agar pelaksanaannya menjangkau semua lapisan,” kata Rudi dengan tegas.
Narasumber kedua, Samsul Rizal, lebih menyoroti soal urgensi dukungan anggaran dan kelembagaan pemuda. Ia menyatakan bahwa tantangan pemuda hari ini jauh lebih kompleks dibanding era sebelumnya. Selain persoalan ekonomi, mereka juga menghadapi tekanan sosial, arus informasi bebas, dan perubahan budaya.
“Kita tidak bisa lagi membina pemuda dengan pola lama. Mereka perlu wadah kreatif, akses digital, serta kemitraan dengan sektor swasta dan pemerintah. Kalau tidak difasilitasi, potensi mereka bisa tergerus oleh hal-hal negatif,” ujarnya.
Dalam sesi dialog, para peserta memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai keluhan dan usulan. Salah satu isu yang muncul adalah kurangnya sarana olahraga dan ruang komunitas yang layak di wilayah Samarinda Kota. Pemuda dari karang taruna dan komunitas kreatif menyoroti minimnya dukungan dana hibah untuk kegiatan mereka, serta lambannya respon pemerintah terhadap permohonan kerja sama.
Menanggapi hal itu, Abdul Giaz menyampaikan bahwa aspirasi tersebut sangat penting untuk menjadi bahan evaluasi DPRD. Ia berjanji akan menyuarakan langsung ke mitra kerja pemerintah provinsi, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), agar lebih responsif terhadap kebutuhan di lapangan.
“Saya minta semua dinas yang menangani kepemudaan tidak hanya membuat program rutin, tapi betul-betul mendengar suara mereka. Pemuda kita bukan hanya butuh pelatihan seremonial, tapi kesempatan nyata untuk membuktikan diri,” tegasnya.
Di akhir acara, Giaz menegaskan bahwa tugas DPRD tidak berhenti pada membuat regulasi, tetapi juga mengawal implementasinya. Ia mengajak seluruh peserta untuk aktif berpartisipasi dan menjadi mitra kritis dalam proses pembangunan.
“Kami di DPRD membuka ruang seluas-luasnya bagi pemuda untuk terlibat. Jangan ragu menyampaikan kritik, ide, maupun inisiatif. Kita tidak akan bisa membangun Kalimantan Timur jika tidak dimulai dari pembangunan manusianya, terutama generasi mudanya,” tutupnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







