Samarinda, Kaltimetam.id – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Darlis Pattalongi, menyoroti dua prioritas penting yang menjadi fokus kerjanya untuk menjaga stabilitas sosial di Kaltim. Di tengah dinamika pembangunan, Darlis melihat dua tantangan utama yang memerlukan perhatian serius, yaitu konflik sosial terkait sumber daya alam (SDA) dan perlunya memperkuat toleransi beragama di Kaltim.
Darlis menegaskan kompleksitas konflik sosial di Kaltim yang seringkali dipicu oleh ketimpangan dalam pengelolaan SDA. Menurutnya, masalah permodalan dan kebijakan yang tidak berpihak pada masyarakat kecil telah menyebabkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat akar rumput.
“Konflik sosial di sektor pengelolaan SDA memang sangat krusial. Banyak masyarakat lokal yang masih sulit mengakses permodalan atau informasi tentang hak-hak mereka dalam pengelolaan SDA,” ucapnya, Senin (11/11/2024).
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan menyeluruh dan kolaboratif dalam menangani ketimpangan ini. Sehingga, DPRD Kaltim akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memetakan secara rinci persoalan ketimpangan akses SDA.
Selain konflik SDA, Darlis juga menyoroti isu toleransi antarumat beragama di Kaltim. Provinsi ini dikenal sebagai daerah yang plural dan heterogen, dengan masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Darlis mengingatkan pentingnya strategi khusus untuk menjaga harmoni dalam kehidupan beragama di Kaltim.
Darlis menekankan bahwa di era perubahan sosial yang cepat ini, pemahaman masyarakat tentang toleransi sangatlah krusial. Untuk itu, ia berencana mendukung berbagai program edukasi yang dapat menanamkan nilai toleransi dan menghargai keberagaman di tengah masyarakat.
“Mendidik generasi muda untuk memahami pentingnya toleransi sangat penting agar mereka tidak mudah terpengaruh oleh hoaks atau kampanye negatif yang bisa merusak kerukunan,” tegasnya.
Ia menilai, kolaborasi antara pemerintah, tokoh agama, dan komunitas lokal dibutuhkan untuk menciptakan budaya toleransi yang kuat di Kaltim. Darlis mengusulkan agar program sosialisasi tentang pentingnya harmoni dilakukan di sekolah, rumah ibadah, dan komunitas lokal.
Darlis berharap dengan fokus pada dua isu besar ini, yaitu konflik sosial terkait SDA dan toleransi beragama, Kaltim dapat berkembang menjadi wilayah yang semakin sejahtera, aman, dan harmonis. (Adv/DPRDKaltim/ICA)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
