Samarinda, Kaltimetam.id – Gangguan pasokan listrik yang menyebabkan pemadaman bergilir di sejumlah wilayah Kota Samarinda hingga kini belum sepenuhnya teratasi. PT PLN (Persero) menyatakan bahwa proses pemulihan sistem kelistrikan masih terus dilakukan menyusul adanya kendala teknis pada salah satu komponen pembangkit.
Kondisi ini membuat suplai listrik di beberapa titik masih harus diatur secara bergiliran guna menjaga stabilitas sistem dan mencegah gangguan yang lebih luas.
Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN, Annisa Nabiha, menjelaskan bahwa pemadaman bergilir yang terjadi merupakan dampak dari gangguan pada salah satu komponen Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) yang berperan penting dalam sistem kelistrikan wilayah. Menurutnya, langkah pemadaman sementara merupakan bagian dari upaya teknis untuk menstabilkan beban listrik sekaligus mengurangi risiko gangguan yang lebih luas.
“Upaya yang dilakukan guna meminimalkan dampak kepada pelanggan,” ujarnya.
Hingga saat ini, PLN belum dapat memberikan kepastian waktu terkait kapan kondisi kelistrikan akan kembali normal sepenuhnya. Hal tersebut disebabkan proses perbaikan komponen pembangkit masih terus berjalan di lapangan.
PLN menyebutkan bahwa tim teknis saat ini tengah bekerja maksimal untuk mempercepat proses pemulihan agar gangguan tidak berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan.
Namun demikian, perusahaan belum dapat memastikan target waktu normalisasi karena perbaikan sangat bergantung pada hasil pemeriksaan dan penanganan teknis di sistem PLTGU.
Selama proses perbaikan berlangsung, PLN menerapkan skema pemadaman bergilir di sejumlah wilayah sebagai langkah pengamanan sistem. Skema ini dilakukan untuk menghindari beban berlebih pada jaringan listrik yang terdampak gangguan.
Langkah tersebut disebut sebagai prosedur standar dalam kondisi darurat sistem kelistrikan agar suplai tetap dapat terdistribusi meski dalam kapasitas terbatas.
PLN mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi resmi terkait jadwal pemadaman bergilir melalui kanal komunikasi perusahaan. Salah satu akses yang disediakan adalah melalui WhatsApp Channel PLN.
“Masyarakat bisa mengakses informasi jadwal pemadaman bergilir melalui WhatsApp Channel,” katanya.
Imbauan ini disampaikan agar masyarakat dapat menyesuaikan aktivitas sehari-hari selama gangguan listrik masih berlangsung.
Di sisi lain, PLN mengakui telah menerima berbagai keluhan dari masyarakat terkait pemadaman yang terjadi. Keluhan tersebut disampaikan melalui berbagai saluran, baik layanan pelanggan, media sosial, maupun pemberitaan media.
Perusahaan menyatakan memahami kondisi tersebut dan terus berupaya melakukan penanganan secara bertahap agar dampak gangguan dapat diminimalkan.
“Kami memahami hal tersebut, tetapi saat ini tengah kami tangani dan kami berupaya untuk meminimalkan dampaknya,” tuturnya.
Atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan, PLN menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Perusahaan menegaskan bahwa seluruh sumber daya saat ini difokuskan untuk mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan di wilayah terdampak.
“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
