Samarinda, Kaltimetam.id – Menjelang aksi unjuk rasa Aliansi Mahakam yang dijadwalkan berlangsung pada Senin (1/9/2025) di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur, seluruh unsur keamanan dan pelayanan publik di Samarinda diminta bersiaga penuh. Tidak hanya kepolisian dan Dinas Perhubungan, tetapi juga Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda.
Instruksi ini diberikan menyusul pengalaman sejumlah daerah lain di Indonesia, di mana aksi demonstrasi mahasiswa berujung ricuh hingga mengakibatkan kebakaran gedung dewan. Kekhawatiran serupa mendorong pemerintah kota untuk menyiapkan langkah antisipasi agar fasilitas negara tetap aman.
Kepala Disdamkarmat Samarinda, Hendra AH, memastikan pihaknya menambah kekuatan armada dan personel di lokasi terdekat dengan area aksi. Delapan unit mobil pemadam kebakaran ditempatkan di Posko III Jalan MT Haryono, yang memiliki akses langsung menuju Gedung DPRD Kaltim.
“Kami diminta untuk siap siaga menghadapi segala kemungkinan. Armada dan personel sudah kami perintahkan berjaga di pos terdekat agar bisa bergerak cepat jika dibutuhkan,” katanya.
Selain itu, sebanyak 35 personel disiagakan sejak pukul 18.00 Wita. Mereka akan berjaga secara bergantian hingga situasi benar-benar dinyatakan kondusif. Menurut Hendra, seluruh peralatan, mulai dari fire truck hingga perlengkapan individu, sudah diperiksa agar dapat digunakan maksimal.
Kesiapan Disdamkarmat melengkapi pengamanan lintas sektor yang sudah lebih dulu disiapkan. Polresta Samarinda, misalnya, telah mengumumkan pengerahan hampir 1.000 personel gabungan dari Polresta, Polda Kaltim, Brimob, hingga Dit Samapta. Aparat itu akan mengawal jalannya aksi agar tetap aman dan tertib.
Dinas Perhubungan Kota Samarinda juga mengambil peran dengan menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar kawasan Jalan Teuku Umar, Jalan MT Haryono, serta ruas jalan menuju Gedung DPRD Kaltim. Jalur-jalur utama akan ditutup secara situasional untuk mencegah kemacetan serta memberi akses cepat bagi kendaraan pengamanan dan pemadam kebakaran.
Sinergi antarinstansi ini diharapkan mampu meminimalisasi risiko. Jika aparat kepolisian fokus mengendalikan massa, maka Disdamkarmat akan memastikan tidak ada potensi kebakaran maupun kerusakan fasilitas publik.
Aliansi Mahakam yang menginisiasi aksi ini terdiri dari puluhan organisasi mahasiswa, kelompok masyarakat sipil, hingga jaringan aktivis. Mereka disebut akan membawa 11 poin tuntutan yang menyangkut isu nasional dan lokal.
Isu yang diangkat cukup beragam, mulai dari kritik terhadap kebijakan pemerintah pusat, masalah lingkungan di Kalimantan Timur, hingga tata kelola sumber daya alam yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat. Aksi disebut akan dimulai sejak pagi dan dipusatkan di halaman Gedung DPRD Kaltim.
Dengan jumlah massa yang besar, aparat keamanan memperkirakan adanya potensi eskalasi jika penyampaian aspirasi tidak berjalan tertib. Karena itu, seluruh elemen pengamanan dipersiapkan dengan maksimal.
Meski menyiapkan berbagai skenario antisipasi, Hendra menegaskan pihaknya tetap berharap aksi unjuk rasa berlangsung damai.
“Kesiapan kami bukan berarti mengharapkan hal buruk terjadi. Justru kami berharap aksi bisa berlangsung kondusif, tanpa kericuhan, dan tanpa merugikan siapa pun,” tutupnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







