Samarinda, Kaltimetam.id – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Revolusi, Gang Indah, Kelurahan Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Sabtu (23/5/2026) siang. Sedikitnya enam bangunan dilaporkan hangus dilalap api dalam peristiwa yang sempat membuat warga panik tersebut.
Api yang muncul di tengah kawasan permukiman padat membuat kobaran cepat membesar dan menjalar ke bangunan lain di sekitarnya. Warga yang berada di lokasi berhamburan keluar rumah sambil berusaha menyelamatkan barang-barang berharga.
Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dari lokasi kejadian dan sempat menarik perhatian warga sekitar maupun pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.
Salah seorang saksi mata bernama Bagus mengatakan, awalnya warga hanya melihat kepulan asap dari salah satu rumah sebelum api tiba-tiba membesar.
“Awalnya asap, pas kami dekati apinya tambah besar,” ujarnya di lokasi kejadian.
Menurutnya, situasi semakin panik ketika terdengar suara ledakan dari dalam rumah yang terbakar.
Bagus menyebut ledakan terjadi setelah kaca rumah pecah akibat suhu panas yang sangat tinggi.
“Pas kacanya meledak, ya keluar juga kembali meledak bang,” katanya.
Ia mengatakan, beberapa kali suara ledakan terdengar saat api terus membesar di lokasi kebakaran.
“Ada suara kecil, ada yang besarnya juga,” tuturnya.
Warga menduga ledakan tersebut berasal dari tabung gas yang berada di dalam rumah yang terbakar.
“Ada itu, tabung gasnya ada juga,” katanya.
Meski kobaran api cukup besar, warga memastikan tidak ada penghuni rumah yang terjebak di dalam bangunan saat kebakaran terjadi.
Menurut Bagus, pemilik rumah diketahui sedang bekerja ketika peristiwa itu berlangsung.
“Tidak ada orangnya, orangnya kerja,” tutupnya.
Ia memperkirakan sedikitnya tiga rumah terdampak langsung oleh kobaran api pada awal kejadian sebelum akhirnya api merembet ke bangunan lain.
Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat.
Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Disdamkarmat Kota Samarinda, Akhmad Supriyanto mengatakan, laporan kebakaran diterima sekitar pukul 13.35 Wita.
“Ya tadi kami mendapat laporan dari masyarakat adanya kebakaran di daerah Revolusi sekitar jam 13.35 WITA,” ujarnya.
Mengingat lokasi kebakaran berada di kawasan permukiman padat, pihaknya langsung menurunkan sejumlah armada pemadam dari beberapa posko untuk mencegah api meluas.
“Kami langsung menurunkan karena ini daerah padat, kami langsung tiga posko,” katanya.
Selain petugas pemadam kebakaran, proses pemadaman juga dibantu para relawan kebakaran yang ikut melakukan suplai air dan membantu penanganan di lokasi.
“Alhamdulillah di-suplai sama para relawan juga, jadi bisa cepat diantisipasi,” ucapnya.
Berdasarkan data sementara, total enam bangunan terdampak dalam kebakaran tersebut.
“Yang terbakar data sementara itu ada enam bangunan. Empat rumah tunggal, dua bangsalan,” kata Akhmad.
Terkait suara ledakan yang sempat terdengar saat kebakaran berlangsung, pihak pemadam menduga hal itu merupakan dampak dari material atau benda di dalam rumah yang terkena panas.
“Ya itu tadi mungkin karena imbas dari kebakaran dari rumah tadi ya,” tuturnya.
Namun beberapa relawan dilaporkan mengalami sesak napas akibat menghirup asap tebal saat membantu proses pemadaman.
“Tadi kayaknya teman-teman relawan itu sesak nafas karena asap, jadi sempat dibawa oleh tim ambulans tadi,” katanya.
Dalam proses pemadaman, Disdamkarmat Kota Samarinda mengerahkan tiga posko pemadam kebakaran dan satu unit tambahan dari Posko 10.
Petugas sempat menghadapi tantangan berupa akses jalan yang sempit menuju lokasi kebakaran. Namun suplai air disebut tetap aman sehingga proses pemadaman dapat berjalan lancar.
“Kendala di lapangan akses jalan sempit, tapi untuk air alhamdulillah aman,” tambahnya.
Api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar satu jam setelah proses pemadaman berlangsung.
“Dari jam setengah dua sampai sekitar jam tiga kurang lebih satu jam,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
