Api Berkobar Tengah Malam di Jalan Wijaya Kusuma, Tiga Rumah Terdampak dan 23 Jiwa Selamat Tanpa Korban

Kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Jalan Wijaya Kusuma 10, RT 08, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Jumat (20/2/2026) malam. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Jalan Wijaya Kusuma 10, RT 08, Kelurahan Air Putih, Kecamatan Samarinda Ulu, Jumat (20/2/2026) malam. Api mulai terlihat sekitar pukul 23.20 Wita dan baru berhasil dipadamkan satu jam kemudian, tepatnya pukul 00.20 Wita.

Peristiwa yang terjadi saat sebagian besar warga tengah beristirahat itu menghanguskan sedikitnya dua bangunan dengan tiga pintu rumah. Data sementara mencatat lima kepala keluarga dengan total 23 jiwa terdampak dalam kejadian tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.

Suasana malam yang semula tenang berubah menjadi kepanikan ketika kobaran api membesar dari salah satu kamar rumah warga. Teriakan minta tolong memecah keheningan, membangunkan warga sekitar yang kemudian berhamburan keluar rumah.

Salah satu pemilik rumah, Muksin (42), mengaku saat kejadian dirinya tengah tertidur setelah pulang bekerja. Ia terbangun setelah anaknya berteriak memberi tahu adanya api.

“Saya habis pulang kerja, langsung tidur. Tiba-tiba anak saya bangunkan, katanya ada api. Pas saya keluar kamar, api sudah tinggi di bagian belakang,” ujar Muksin saat ditemui di lokasi kejadian.

Menurutnya, api pertama kali terlihat dari kamar anaknya yang berada di ujung rumah. Ia sempat berupaya memadamkan api dengan ember, namun usahanya tidak membuahkan hasil.

“Saya mau ambil ember untuk siram api, tapi terpeleset di lantai keramik. Api sudah tinggi sekali, tidak mungkin dipadamkan sendiri. Saya langsung keluar menyelamatkan diri,” tuturnya.

Muksin memastikan seluruh penghuni rumah berhasil keluar sebelum api semakin membesar. Rumah tersebut merupakan milik orang tuanya yang dibagi untuk ditempati bersama saudara-saudaranya.

“Sudah tidak ada orang di dalam. Anak saya yang bangunkan itu posisinya di depan rumah, saya di kamar belakang,” katanya.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda menerima laporan sekitar pukul 23.20 Wita dan langsung mengerahkan armada ke lokasi.

Danpos 3 Disdamkarmat, Tri Indarto, mengatakan sedikitnya 12 unit mobil tangki diterjunkan ke lokasi, dibantu 25 mesin portable milik relawan dan dukungan unsur terkait.

“Untuk sementara yang terdampak tiga rumah dengan penghuni sekitar 16 jiwa berdasarkan identifikasi awal di lapangan. Proses pemadaman berlangsung kurang lebih satu jam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, petugas menghadapi kendala berupa akses jalan yang sempit serta sumber air yang terbatas di kawasan tersebut. Namun, berkat bantuan warga yang sigap membuka akses dan membantu pengamanan lokasi, api berhasil dikendalikan sebelum merambat lebih luas.

“Kendala utama memang akses yang sempit dan sumber air minim. Tapi alhamdulillah kerja sama warga sangat membantu sehingga titik api bisa segera dijangkau,” jelasnya.

Berdasarkan laporan awal yang dihimpun petugas, api diduga berasal dari bagian dapur salah satu rumah, kemungkinan akibat arus pendek listrik. Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi masyarakat di kawasan padat penduduk untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang dipicu instalasi listrik yang tidak layak atau penggunaan perangkat elektronik secara berlebihan.

Pemerintah setempat mengimbau warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik rumah, menghindari penggunaan stopkontak bertumpuk, serta menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) atau peralatan sederhana seperti karung basah sebagai langkah penanganan awal jika terjadi kebakaran.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Sejumlah warga yang terdampak sementara waktu mengungsi ke rumah kerabat terdekat sambil menunggu pendataan lanjutan dan bantuan dari pemerintah. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version