Samarinda, Kaltimetam.id – Pemandangan berbeda terlihat di kawasan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Samarinda, Rabu (20/5/2026). Di tengah meningkatnya dinamika sosial dan maraknya aksi unjuk rasa yang terjadi belakangan ini, organisasi perempuan Drupadi Baladika Kalimantan Timur justru menggelar aksi damai bernuansa budaya dengan menghadirkan pertunjukan seni tradisional serta membagikan seribu tangkai bunga mawar kepada masyarakat dan pengguna jalan.
Aksi damai tersebut berlangsung meriah dan penuh nuansa kebhinekaan. Ribuan peserta dari berbagai suku dan komunitas di Kalimantan Timur turut ambil bagian dalam kegiatan yang dipusatkan di depan Kantor Gubernur Kaltim itu.
Tercatat sekitar 1.600 peserta hadir mengenakan pakaian adat nusantara sambil menampilkan berbagai pertunjukan budaya, mulai dari tarian tradisional hingga atraksi seni daerah sebagai simbol persatuan dalam keberagaman masyarakat Kalimantan Timur.
Suasana di lokasi pun tampak berbeda dari aksi massa pada umumnya. Tidak ada teriakan bernada provokasi maupun aksi demonstratif yang keras. Sebaliknya, kegiatan berlangsung dengan penuh semangat persaudaraan, diiringi penampilan seni budaya yang menarik perhatian masyarakat.
Pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut tampak berhenti sejenak untuk menyaksikan pertunjukan seni sambil menerima bunga mawar yang dibagikan para peserta aksi.
Ketua Drupadi Baladika Kaltim, Lilis Latif mengatakan, kegiatan tersebut sengaja dikemas melalui pendekatan budaya agar pesan perdamaian dan persatuan lebih mudah diterima masyarakat.
Menurutnya, Kalimantan Timur merupakan daerah yang kaya akan keberagaman suku, budaya, dan adat istiadat. Karena itu, perbedaan yang ada harus dijadikan kekuatan bersama untuk menjaga stabilitas dan keharmonisan daerah.
“Lewat pertunjukan budaya ini kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat Kaltim memiliki banyak perbedaan, baik suku, adat maupun budaya. Namun semuanya tetap bisa hidup berdampingan dengan damai,” ujar Lilis saat ditemui di sela kegiatan.
Ia menjelaskan, pembagian seribu tangkai bunga mawar kepada masyarakat juga memiliki makna simbolis sebagai ajakan menjaga ketenangan dan menghindari konflik sosial di tengah meningkatnya tensi politik maupun aksi demonstrasi di sejumlah daerah.
“Kami ingin menyampaikan pesan damai kepada masyarakat. Mawar yang dibagikan ini sebagai lambang persaudaraan dan harapan agar situasi di Samarinda tetap kondusif,” katanya.
Dalam aksi tersebut, para peserta menampilkan berbagai tarian tradisional dari beragam daerah di Indonesia. Mereka juga membawa atribut budaya dan simbol-simbol persatuan sebagai bentuk ajakan untuk menjaga kerukunan di tengah masyarakat.
Nuansa budaya yang dihadirkan membuat aksi damai tersebut terasa lebih sejuk dan humanis. Beberapa peserta bahkan tampak mengajak masyarakat untuk ikut menari dan berinteraksi bersama.
Tak sedikit warga yang mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam mereka.
Menurut Lilis, aksi damai itu juga menjadi pengingat bahwa masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga keamanan daerah, terlebih Kalimantan Timur saat ini menjadi salah satu wilayah strategis sebagai penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Ia menegaskan, masyarakat tetap memiliki hak untuk menyampaikan pendapat maupun kritik kepada pemerintah. Namun, penyampaian aspirasi harus dilakukan dengan cara santun dan tidak memicu perpecahan.
“Silakan menyampaikan aspirasi dan kritik kepada pemerintah, tetapi jangan mudah terpengaruh oleh pihak-pihak yang ingin memprovokasi. Kita semua punya tanggung jawab menjaga persatuan dan keamanan daerah,” tegasnya.
Lilis menilai kondisi sosial yang kondusif menjadi modal penting bagi pembangunan Kalimantan Timur ke depan, terutama di tengah berbagai tantangan sosial dan politik yang berkembang saat ini.
Karena itu, ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus menjaga semangat persatuan dan toleransi yang selama ini menjadi ciri khas masyarakat Kalimantan Timur.
Aksi damai tersebut juga mendapat pengawalan aparat keamanan dan berlangsung tertib hingga kegiatan selesai.
Sejumlah pengendara yang menerima bunga mawar mengaku mengapresiasi cara penyampaian pesan damai yang dilakukan melalui pendekatan budaya.
Selain menjadi media penyampaian pesan sosial, kegiatan itu juga dinilai mampu mempererat hubungan antarkelompok masyarakat di Kalimantan Timur.
Drupadi Baladika Kaltim berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan sebagai bentuk edukasi sosial sekaligus penguatan nilai-nilai kebhinekaan di tengah masyarakat. (SIK/ADV)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
