Samarinda, Kaltimetam.id – Aparat gabungan dari unsur kepolisian, TNI, hingga instansi pemerintah daerah disiagakan untuk mengamankan aksi demonstrasi Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, (21/05/2026), di Kota Samarinda. Pengamanan besar-besaran dilakukan guna memastikan jalannya aksi tetap aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Aksi unjuk rasa tersebut direncanakan berlangsung di dua titik utama, yakni kawasan Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur di Samarinda Seberang dan Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda.
Polresta Samarinda bersama jajaran Polda Kalimantan Timur telah menyiapkan sebanyak 1.220 personel gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, hingga relawan untuk mengawal jalannya aksi.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar melalui Kasi Humas Polresta Samarinda Ipda Arie Soeharyadi mengatakan, pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat agar penyampaian aspirasi dapat berjalan secara damai dan sesuai aturan hukum.
“Dari Polresta Samarinda terkait pengamanan aksi tanggal 21 Mei 2026, kami mengerahkan kekuatan personel untuk pelayanan pengamanan sejumlah 1.220 personel gabungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari total personel yang diterjunkan, sebanyak 360 personel berasal dari Polresta Samarinda. Selain itu, pengamanan juga diperkuat tambahan enam personel dari Direktorat Pengamanan Objek Vital (Pamobvit) Polda Kaltim dan bantuan 100 personel dari Polres Kutai Kartanegara.
Tak hanya itu, dua kompi personel Satbrimob Polda Kaltim dengan total kekuatan sekitar 240 personel juga diterjunkan guna mengantisipasi berbagai kemungkinan selama aksi berlangsung.
Sementara satu kompi Dalmas dengan kekuatan sekitar 135 personel disiapkan untuk pengamanan di titik-titik utama aksi demonstrasi.
Selain unsur kepolisian, pengamanan turut melibatkan personel gabungan dari berbagai instansi eksternal lainnya.
Di antaranya lima personel Denpom, 30 personel Kodim, serta satu kompi personel Zipur dengan jumlah sekitar 100 personel.
Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Kalimantan Timur dan Kota Samarinda juga diterjunkan dengan total kekuatan sekitar 150 personel untuk membantu pengamanan dan pengendalian massa.
Tak hanya fokus pada pengamanan, aparat juga menyiapkan unsur pendukung lain guna mengantisipasi berbagai kebutuhan di lapangan.
Dinas Perhubungan menerjunkan 30 personel untuk membantu pengaturan arus lalu lintas selama aksi berlangsung, sementara Dinas Pemadam Kebakaran menyiapkan 15 personel sebagai langkah antisipasi keadaan darurat.
Dinas Kesehatan juga mengerahkan 15 personel untuk layanan medis dan penanganan kesehatan apabila diperlukan, serta didukung sekitar 30 relawan dari Kota Samarinda.
Menurut Arie, aparat keamanan akan mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis selama proses pengamanan berlangsung.
Karena itu, pihak kepolisian mengimbau seluruh peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara damai tanpa melakukan tindakan anarkis maupun perusakan fasilitas umum.
“Kami mengimbau kepada peserta aksi agar dapat menyampaikan aspirasi dengan cara damai, sejuk dan bermartabat. Jangan melakukan tindakan anarkis maupun perusakan fasilitas umum karena yang dirugikan nantinya masyarakat Kota Samarinda,” tegasnya.
Selain pengamanan personel, Polresta Samarinda juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik guna mengantisipasi kepadatan kendaraan selama aksi berlangsung.
Masyarakat diimbau mematuhi arahan petugas di lapangan dan menggunakan jalur alternatif apabila melintas di sekitar lokasi demonstrasi.
“Kami juga akan melakukan pengaturan arus lalu lintas agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dan tidak terjadi kemacetan panjang di sekitar lokasi aksi,” katanya.
Berdasarkan surat pemberitahuan yang diterima kepolisian, massa aksi disebut akan terlebih dahulu mendatangi Kantor Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur pada pagi hari untuk menyerahkan surat maupun menyampaikan tuntutan mereka.
Setelah itu, massa direncanakan bergerak menuju Kantor Gubernur Kalimantan Timur di Samarinda Ulu untuk melanjutkan aksi demonstrasi.
Terkait kemungkinan massa memasuki area kantor gubernur, pihak kepolisian memastikan pengamanan ketat akan dilakukan mengingat kantor gubernur merupakan salah satu objek vital pemerintahan di Kalimantan Timur.
Meski demikian, polisi memastikan tetap membuka ruang dialog dan audiensi bagi perwakilan massa aksi agar penyampaian aspirasi dapat dilakukan secara langsung dan tertib.
“Kami akan menjembatani peserta aksi untuk menyampaikan aspirasi melalui mekanisme audiensi atau pertemuan secara langsung,” tutupnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
