Lonjakan Minat Kurban Diprediksi Terjadi, Kaltim Siapkan Stok Lebih Besar

Plt Kepala DPKH Kaltim Fadli Sufiani saat menjelaskan kesiapan hewan kurban di Samarinda, Selasa (12/5/2026). (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Antusiasme masyarakat Kalimantan Timur untuk berkurban pada Iduladha 1447 Hijriah diperkirakan kembali meningkat.

Tren dalam dua tahun terakhir menunjukkan lonjakan signifikan, mendorong pemerintah daerah mengambil langkah antisipatif dengan menyiapkan stok hewan kurban lebih besar dari kebutuhan.

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim pun mulai memetakan kebutuhan dan ketersediaan ternak di seluruh kabupaten/kota.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan distribusi hewan kurban berjalan lancar tanpa kekurangan pasokan di tengah tingginya permintaan masyarakat.

Plt Kepala DPKH Kaltim, Fadli Sufiani, mengungkapkan bahwa hasil koordinasi sementara menunjukkan stok hewan kurban berada dalam kondisi aman dan bahkan melebihi kebutuhan yang diproyeksikan.

“Untuk ketersediaan saat ini kurang lebih 28.688 ekor,” ujarnya, Selasa (12/5/2026).

Dari jumlah tersebut, kebutuhan hewan kurban pada Iduladha tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 18.525 ekor.

Angka ini mengalami peningkatan dibanding realisasi tahun sebelumnya, seiring dengan tren kenaikan jumlah pemotongan hewan kurban dalam dua tahun terakhir.

Kenaikan tersebut, menurut Fadli, menjadi sinyal positif meningkatnya kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam berkurban.

Pemerintah pun memilih menyiapkan stok lebih besar sebagai langkah antisipasi.

“Kita lebih baik menyiapkan stok lebih banyak daripada nanti kebutuhan meningkat tapi ternaknya tidak tersedia,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa pemenuhan kebutuhan sapi kurban di Kaltim masih didominasi pasokan dari luar daerah.

Sekitar 70 persen ternak sapi masih didatangkan dari provinsi lain, sementara kontribusi peternak lokal baru berada di kisaran 17 persen.

Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam penguatan sektor peternakan daerah, meskipun di sisi lain menunjukkan adanya peluang besar bagi peternak lokal untuk terus berkembang.

Selain sapi, ketersediaan hewan kurban lain seperti kambing dan domba juga dinyatakan mencukupi. Untuk kambing, stok mencapai sekitar 9.422 ekor dengan kebutuhan diperkirakan 6.713 ekor.

Sementara domba disiapkan sebanyak 1.284 ekor dengan kebutuhan sekitar 779 ekor.

“Kalau kerbau memang peminatnya tidak banyak,” ujarnya.

Fadli menambahkan, tren minat terhadap domba mulai menunjukkan peningkatan, tidak hanya untuk kebutuhan kurban tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan usaha peternakan.

Dari sisi harga, hewan kurban tahun ini diperkirakan tetap variatif, bergantung pada bobot dan kualitas ternak. Untuk sapi, harga berkisar mulai Rp14 juta hingga di atas Rp100 juta.

“Kami biasanya mengacu pada berat hidup, sekitar Rp70 ribu sampai Rp80 ribu per kilogram,” jelasnya.

Di tengah tingginya minat masyarakat, DPKH Kaltim juga mengingatkan pentingnya memperhatikan aspek kesehatan dan kelayakan hewan kurban, tidak semata mempertimbangkan harga.

“Yang penting hewannya sehat, tidak cacat, dan layak untuk kurban,” pungkasnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id