Samarinda, Kaltimetam.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melaksanakan uji beban dan uji dinamik terhadap Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) sebagai langkah memastikan kelayakan struktur dan keselamatan pengguna jalan. Pengujian ini dilakukan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas sektor dan menjadi bagian dari evaluasi menyeluruh terhadap kondisi jembatan strategis tersebut.
Kegiatan uji beban ini dihadiri dan didukung oleh sejumlah instansi terkait, mulai dari unsur kepolisian, kejaksaan, hingga legislatif. Keterlibatan lintas instansi tersebut dimaksudkan agar proses pengujian berjalan aman, transparan, serta dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan lalu lintas ke depan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Timur, M. Muhran, menyampaikan bahwa seluruh rangkaian pengujian berjalan lancar berkat dukungan para stakeholder.
“Seluruh stakeholder, baik dari Polda, Polres, Satuan Lalu Lintas, Kejaksaan Tinggi, hingga DPR, berkolaborasi sehingga uji beban Jembatan Mahakam Ulu dapat terselenggara dengan baik,” ujarnya, Sabtu (17/01/2026).
Muhran menegaskan, pengujian ini bertujuan memastikan jembatan tetap aman digunakan, khususnya bagi kendaraan penumpang. Namun, hingga hasil analisis teknis selesai, pemerintah belum merekomendasikan jembatan tersebut dilalui kendaraan bertonase besar.
“Untuk saat ini, jembatan diprioritaskan bagi kendaraan penumpang. Ke depan, pembatasan beban yang dipertimbangkan berada pada kisaran gandar delapan ton. Kendaraan berat belum kami sarankan melintas,” jelasnya.
Terkait kendaraan besar, Muhran mengatakan bahwa opsi pengalihan arus lalu lintas akan disiapkan dan dikaji lebih lanjut bersama kepolisian berdasarkan hasil akhir pengujian.
“Harapan kami, Jembatan Mahakam Ulu menjadi jalur yang benar-benar sehat. Jika diperlukan rekayasa lalu lintas, nanti akan dikoordinasikan dengan Satlantas,” tambahnya.
Selain uji beban, pengujian yang dilakukan juga mencakup uji dinamik, yakni metode evaluasi yang menilai respons struktur jembatan terhadap getaran dan pergerakan alami. Uji ini lazim diterapkan pada jembatan dengan karakteristik khusus.
Tenaga ahli sekaligus konsultan dari Universitas Gadjah Mada, Akhmad Aminullah, menjelaskan bahwa uji dinamik bertujuan membaca perilaku struktur jembatan melalui analisis frekuensi alami (natural frequency).
“Uji dinamik biasanya dilakukan pada jembatan khusus, dan Jembatan Mahakam Ulu termasuk kategori tersebut. Pengujian ini melihat perilaku struktur, bukan semata-mata beban,” jelasnya.
Menurutnya, data yang diperoleh dari pengujian ini akan dibandingkan dengan data dinamik sebelumnya, baik dari tahap awal pembangunan maupun data yang tersimpan di Kementerian PUPR.
“Kami membandingkan hasil uji hari ini dengan data lama. Selain itu, data juga dikomparasikan dengan hasil perhitungan analisis struktur menggunakan metode elemen hingga (finite element method),” ujarnya.
Pengujian dilakukan menggunakan alat akselerometer yang dipasang di sejumlah titik strategis jembatan. Alat tersebut mencatat percepatan getaran, yang kemudian dikonversi menjadi frekuensi alami struktur.
“Frekuensi alami inilah yang menjadi indikator utama perilaku dinamik jembatan. Jika hasil perbandingannya masih berada dalam rentang plus minus lima persen dari data sebelumnya, maka struktur dinilai masih dalam kondisi aman,” terangnya.
Pengambilan data dilakukan pada beberapa titik, antara lain di tengah bentang, seperempat bentang, dan tiga perempat bentang jembatan. Bentang yang dimaksud merupakan jarak terpanjang antara satu pilar ke pilar lainnya.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa kesimpulan akhir tidak dapat ditarik secara instan.
“Semua data harus dibandingkan dan dianalisis secara menyeluruh. Karena itu, kami membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk menyampaikan hasil akhir,” katanya.
Berbeda dengan uji statik yang menggunakan pembebanan berat hingga puluhan ton, uji dinamik tidak berbasis berat kendaraan. Pengujian ini lebih menekankan pada respons alami struktur, sehingga memerlukan analisis mendalam sebelum menghasilkan rekomendasi teknis.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan bahwa hasil uji beban dan uji dinamik Jembatan Mahakam Ulu akan menjadi dasar utama dalam menentukan kebijakan lanjutan, termasuk pengaturan jenis kendaraan yang diperbolehkan melintas serta rekayasa lalu lintas di sekitar jembatan.
“Kami menunggu hasil analisis dari tim ahli. Apa pun hasilnya, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







