Samarinda, Kaltimetam.id – Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Perjuangan Masyarakat (APM) Kalimantan Timur di depan Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada, Selasa (21/4/2026), tidak hanya menjadi panggung penyampaian aspirasi, tetapi juga menghadirkan dinamika sosial dan ekonomi di tengah kerumunan massa.
Hingga pukul 14.25 WITA, ratusan peserta aksi masih memadati kawasan tersebut. Massa yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat secara bergantian menyampaikan orasi, menyoroti sejumlah kebijakan pemerintah daerah yang dinilai belum berpihak kepada kepentingan rakyat.
Di tengah berlangsungnya aksi, sejumlah pedagang tampak memanfaatkan situasi untuk menjajakan dagangan mereka. Mayoritas pedagang terlihat menjual minuman ringan guna memenuhi kebutuhan massa yang bertahan di bawah cuaca panas. Namun, di antara keramaian tersebut, muncul satu pemandangan yang cukup mencuri perhatian.
Seorang pedagang bernama Andi (42) terlihat menjual bendera bergambar simbol “One Peace”. Berbeda dari pedagang lainnya, Andi yang biasanya berkeliling menjajakan mainan anak-anak, kali ini secara khusus datang ke lokasi aksi untuk menjual bendera tersebut dengan harga Rp20 ribu per lembar.
“Biasanya saya jualan mainan, tapi kali ini saya jual bendera one peace. Saya juga ingin ikut berpartisipasi dalam aksi ini sebagai warga Samarinda,” ujarnya.
Menurut Andi, kehadirannya di lokasi bukan semata-mata untuk berdagang, melainkan juga sebagai bentuk partisipasi dalam menyuarakan keresahan yang dirasakan masyarakat. Ia menilai sejumlah kebijakan pemerintah saat ini belum sepenuhnya mencerminkan keberpihakan kepada rakyat.
“Banyak kebijakan yang menurut saya kurang berpihak, apalagi soal penggunaan anggaran yang dianggap berlebihan di tengah isu efisiensi. Jadi ini bentuk perlawanan saya juga sebagai warga,” singkatnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
