Warga Solong Durian Samarinda Geger, Pria 41 Tahun Ditemukan Meninggal Diduga Sudah Tiga Hari

PMI Kota Samarinda proses evakuasi jenazah yang akan di bawa ke Rumah Sakit Abdoek Wahab Sjahranie Samarinda. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)
PMI Kota Samarinda proses evakuasi jenazah yang akan di bawa ke Rumah Sakit Abdoek Wahab Sjahranie Samarinda. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Warga Perumahan Solong Durian, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi tidak bernyawa di dalam rumah tempat tinggalnya, pada Senin (02/02/2026).

Korban diketahui berinisial S (41). Ia ditemukan meninggal dunia dan diduga sudah tidak bernyawa selama kurang lebih tiga hari sebelum akhirnya diketahui oleh pihak keluarga.

Penemuan jenazah tersebut pertama kali dilaporkan warga kepada aparat kepolisian sekitar pukul 18.15 WITA.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Sempaja Utara, Bripka Lamsihar Sinaga, mengatakan pihaknya segera menuju lokasi setelah menerima informasi dari masyarakat terkait adanya penemuan jenazah di kawasan perumahan tersebut.

“Sekitar pukul 18.15 WITA kami mendapatkan informasi dari salah satu warga di Perumahan Solong Durian terkait adanya penemuan jenazah yang diduga sudah meninggal kurang lebih tiga hari,” ujarnya.

Menurut keterangan petugas, korban pertama kali ditemukan oleh pihak keluarga yang datang untuk mengecek kondisi korban. Selama ini, korban diketahui tinggal seorang diri dan tidak serumah dengan keluarga.

“Yang menemukan pertama kali kebetulan keluarga sendiri. Korban memang tinggal sendirian di rumah tersebut,” jelasnya.

Kondisi korban saat ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Dugaan sementara, korban telah meninggal beberapa hari sebelumnya.

Dari informasi yang dihimpun, korban diketahui tidak memiliki pekerjaan tetap. Berdasarkan keterangan keluarga, korban juga disebut mengidap penyakit tertentu sehingga menjalani keseharian seorang diri.

“Kalau korban sendiri dari keterangan keluarganya tidak bekerja. Dan memang mengidap salah satu penyakit, sehingga beliau ditinggal tinggal sendirian di perumahan ini,” katanya.

Rumah tempat korban tinggal pun bukan rumah sewa. Korban disebut menempati rumah tersebut karena adanya bantuan dari salah satu warga.

“Ini bukan rumah sewa. Ada warga yang memberikan tempat tinggal untuk korban,” tambahnya.

Setelah menerima laporan, aparat kepolisian segera berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Samarinda untuk melakukan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara.

Terakhir, Lamaihar menjelaskan bahwa proses evakuasi dilakukan oleh PMI Kota Samarinda bersama tim kepolisian di bawa ke Rumah Sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Setelah kami koordinasi dengan Tim Inafis Polresta Samarinda, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Umum Abdul Wahab Syahranie oleh PMI untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, apakah perlu otopsi atau tidak,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version