Fakultas Ilmu Keolahragaan Dinilai Mendesak, DPRD Kaltim Dorong Unmul Segera Realisasikan

Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kaltim bersama Dispora Kaltim dan pihak Universitas Mulawarman, Senin (2/2/2026). (Foto: Ree/Kaltimetam.id)
Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Kaltim bersama Dispora Kaltim dan pihak Universitas Mulawarman, Senin (2/2/2026). (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id — Rencana pendirian Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) di Universitas Mulawarman (Unmul) kembali menguat setelah mendapat dukungan dari DPRD Kalimantan Timur.

Komisi IV DPRD Kaltim menilai keberadaan fakultas tersebut bukan sekadar kebutuhan akademik, melainkan bagian penting dari strategi jangka panjang pembangunan olahraga daerah.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menyebut Kalimantan Timur selama ini menghadapi persoalan mendasar dalam pembinaan olahraga, yakni ketiadaan jenjang pendidikan sarjana khusus keolahragaan.

Kondisi ini berdampak pada kurangnya tenaga pendidik olahraga, pembinaan atlet yang tidak berkelanjutan, hingga optimalisasi sarana olahraga yang belum maksimal.

“Kami memandang Fakultas Ilmu Keolahragaan ini bukan hanya keinginan, tapi kebutuhan Kalimantan Timur secara keseluruhan. Bahkan, keberadaannya sudah terlambat untuk dibentuk,” ujar Darlis, Senin (2/2/2026).

Ia mengungkapkan, Kalimantan Timur saat ini masih kekurangan guru olahraga di sekolah-sekolah. Di sisi lain, daerah ini memiliki Sekolah Khusus Olahraga Internasional (SKOI) yang setiap tahun mencetak atlet potensial.

Namun, tidak tersedianya program S1 keolahragaan di daerah membuat banyak atlet terpaksa melanjutkan kuliah ke luar Kalimantan Timur.

“Setiap tahun sekitar 40 atlet lahir dari SKOI. Karena di Kaltim tidak ada S1 keolahragaan, mereka kuliah ke luar daerah, dan pada akhirnya berprestasi serta membela daerah lain,” jelasnya.

Menurut Darlis, kondisi tersebut menjadi kerugian besar bagi Kalimantan Timur. Daerah kehilangan atlet potensial sekaligus kesempatan membangun sistem pembinaan olahraga yang terintegrasi dengan pendidikan tinggi.

Padahal, atlet juga membutuhkan kepastian masa depan melalui pendidikan formal.

“Atlet juga ingin sarjana. Kalau fasilitas pendidikannya ada di sini, mereka bisa tetap menjadi atlet Kaltim dan berkembang di daerah sendiri,” tegasnya.

Selain itu, keberadaan Fakultas Ilmu Keolahragaan juga dinilai penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan sarana dan prasarana olahraga yang telah dibangun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Selama ini, berbagai fasilitas olahraga dinilai belum dimanfaatkan secara produktif untuk kepentingan pendidikan, riset, maupun pembinaan atlet.

“Sarana olahraga kita cukup banyak. Kalau ada Fakultas Ilmu Keolahragaan, semua itu bisa difungsikan lebih optimal dan produktif,” katanya.

Darlis juga menyinggung catatan prestasi Kalimantan Timur di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Meski pernah berada di peringkat tiga nasional, capaian tersebut terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Ia menilai salah satu penyebabnya adalah belum maksimalnya pembinaan atlet secara menyeluruh dan berkelanjutan.

“Pembinaan atlet itu harus tuntas, termasuk dari sisi pendidikannya. Kalau tidak, mereka akan mencari tempat lain untuk berkembang,” ujarnya.

Atas berbagai pertimbangan tersebut, DPRD Kaltim menyatakan siap memberikan rekomendasi kepada Universitas Mulawarman untuk merealisasikan pendirian Fakultas Ilmu Keolahragaan yang telah dirintis sejak 2023.

DPRD juga mendorong Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur agar memberikan dukungan penuh agar rencana tersebut tidak kembali tertunda.

“Kami berharap DPRD memberikan rekomendasi yang jelas dan Pemprov juga memberikan dukungan penuh, supaya Universitas Mulawarman bisa segera merealisasikan pembentukan Fakultas Ilmu Keolahragaan di Kalimantan Timur,” tutupnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version