Samarinda, Kaltimetam.id – Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia secara mendadak di kawasan Jalan KH Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir, Samarinda Seberang, pada Senin (02/02/2026) 14.00 WITA. Korban diketahui datang ke lokasi tersebut dengan maksud mencari pekerjaan sebagai tukang, namun tiba-tiba tumbang sebelum sempat masuk ke dalam area bangunan yang masih di bangun.
Peristiwa ini sempat menggegerkan warga sekitar, terutama karena korban meninggal tepat di depan pagar lokasi yang hendak didatanginya.
Saksi mata bernama Sandi, yang berada di lokasi kejadian, menuturkan korban sempat melambaikan tangan seolah memanggil seseorang sebelum akhirnya jatuh tersungkur.
“Dia ngelambai manggil, saya kira manggil teman saya yang tadi. Saya buka pintu pagar, tapi sebelum terbuka dia sudah jatuh,” ujarnya.
Menurut Sandi, korban sebelumnya sempat datang pada siang hari untuk menanyakan soal pekerjaan dan disebut akan mulai bekerja keesokan harinya.
“Dia katanya mau ambil pakaiannya, besok mulai kerja. Tapi tadi tiba-tiba datang lagi, mau nanya lamaran kerja, terus langsung jatuh,” tambahnya.
Saksi menegaskan korban belum sempat masuk ke dalam area pagar karena kejadian berlangsung sangat cepat.
“Saya masih di dalam pagar, gembok belum terbuka, dia sudah jatuh duluan,” katanya.
Pihak kepolisian dari Polresta Samarinda segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
Pamapta III Polresta Samarinda, Ipda Riyan Rizki Hidayat, mengatakan pihaknya menemukan korban dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
“Hari ini kita temukan satu orang laki-laki dalam keadaan meninggal dunia di Jalan KH Harun Nafsi, Kelurahan Rapak Dalam, Kecamatan Loa Janan Ilir,” ujarnya.
Dari informasi awal yang dihimpun petugas, korban datang ke lokasi untuk meminta pekerjaan, namun mendadak rebah dan tidak sadarkan diri.
“Informasi dari laporan masyarakat, korban datang untuk mencari pekerjaan. Saat tiba-tiba masuk di depan sini, korban langsung terletak,” jelasnya.
Lebih lanjut, Riyan menyebut, berdasarkan pemeriksaan awal secara kasat mata, korban diduga meninggal dunia akibat sakit.
Namun demikian, pihak kepolisian tetap melakukan langkah prosedural dengan menghadirkan tim Inafis guna memastikan tidak ada unsur tindak pidana.
“Untuk sementara kita masih mencari tahu penyebab meninggalnya. Dari kasat mata diduga karena sakit,” katanya.
Petugas juga menegaskan masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah terdapat tanda-tanda kekerasan atau tidak.
“Kami masih mencari apakah ada kekerasan atau tidak. Yang terlihat sementara korban dalam keadaan sakit,” tambahnya.
Korban diketahui bernama Asyikin, seorang pria berusia 59 tahun. Polisi menyebut korban merupakan pendatang dari Semarang, Jawa Tengah.
“Alamat korban sementara di Semarang. Pendatang dari Jawa Tengah,” ungkapnya.
Untuk kepentingan pemeriksaan lebih lanjut, jenazah korban dievakuasi dan dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.
“Jenazah saat ini kita bawa ke rumah sakit A.W Syahranie menggunakan Ambulans PMI Kota Samarinda bersama rekan-rekan Inafis Polresta Saamrinda,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
