Samarinda, Kaltimetam.id – Skema Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di sektor kesehatan di Kota Samarinda dinilai semakin menunjukkan perannya, tidak hanya dalam aspek pelayanan publik, tetapi juga kontribusi terhadap keuangan daerah.
Namun demikian, pemerintah menegaskan bahwa orientasi utama dari penerapan BLUD bukanlah mengejar pendapatan, melainkan memastikan masyarakat mendapatkan layanan kesehatan yang maksimal.
“Fokus utama BLUD tetap pada pelayanan kepada masyarakat. Kalau kemudian pendapatan meningkat, itu adalah efek dari pelayanan yang berjalan baik,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, Ismed Kusasih, Sabtu (18/4/2026).
Dalam praktiknya, pendekatan ini mulai memperlihatkan hasil. Sejumlah fasilitas kesehatan yang menerapkan pola BLUD mampu meningkatkan kinerja layanan sekaligus efisiensi pengelolaan anggaran.
Dari sisi fiskal, sektor kesehatan berbasis BLUD bahkan disebut menyumbang sekitar 20 persen terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda, menjadikannya salah satu sektor strategis dalam menopang kas daerah.
Salah satu contoh capaian terlihat pada Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Unit ini tidak hanya melampaui target pendapatan yang ditetapkan, tetapi juga mencatat prestasi di tingkat nasional.
“Targetnya Rp4 miliar, tapi realisasinya hampir Rp6 miliar. Selain itu, Labkesda juga mendapatkan predikat terbaik secara nasional,” ungkapnya.
Keberhasilan tersebut tidak berdiri sendiri. Sejumlah puskesmas dan rumah sakit yang telah berstatus BLUD juga menunjukkan performa pelayanan yang menonjol dibanding unit lain.
Dari puluhan unit layanan publik yang ada di Samarinda, fasilitas kesehatan berbasis BLUD justru mendominasi kategori terbaik.
“Dari 78 unit pelayanan publik, ada lima yang masuk kategori terbaik, dan itu berasal dari fasilitas kesehatan BLUD. Ini menunjukkan bahwa sistem ini efektif dalam mendorong peningkatan kualitas layanan,” demikian Ismed. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
