Terlihat Berulang Kali, Kemunculan Buaya di Track Dayung Lempake Picu Kekhawatiran Warga

Potret kemunculan buaya di Arena track dayung yang berada di Jalan Suko Rejo, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Aktivitas warga di arena track dayung yang berada di Jalan Suko Rejo, Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara, praktis terhenti setelah kemunculan buaya di kawasan perairan tersebut. Predator air itu dilaporkan telah beberapa kali terlihat sejak Desember 2025 dan memicu kekhawatiran masyarakat yang biasa beraktivitas di sekitar lintasan dayung.

Pantauan di lokasi menunjukkan lintasan dayung yang sebelumnya menjadi pusat latihan olahraga air kini tampak sepi. Tidak terlihat aktivitas atlet maupun warga yang biasanya memanfaatkan kawasan tersebut untuk berolahraga atau sekadar beraktivitas di sekitar perairan. Sebagai langkah antisipasi, spanduk peringatan bahaya dipasang di sejumlah titik strategis guna mengingatkan masyarakat agar tidak mendekati area tersebut.

Seorang warga setempat, Mardi (39), mengungkapkan bahwa kemunculan buaya bukanlah kejadian baru. Menurutnya, predator tersebut sudah beberapa kali terlihat muncul ke permukaan air.

“Sudah kelihatan sejak Desember. Awalnya cuma satu, tapi belakangan sering muncul dua ekor. Ukurannya beda, satu besar dan satu lebih kecil. Biasanya kelihatan di pinggir lintasan,” ujar Mardi, Senin (19/1/2026).

Kondisi itu membuat warga memilih menjauh demi keselamatan. Kekhawatiran akan potensi serangan buaya menjadi alasan utama kawasan track dayung dihindari, meski sebelumnya lokasi tersebut cukup ramai digunakan.

Petugas Bendungan Benanga Lempake, Hendriyanto, membenarkan adanya laporan warga terkait kemunculan buaya di lintasan dayung tersebut. Ia menjelaskan bahwa secara geografis, arena track dayung terhubung langsung dengan perairan Bendungan Benanga, sehingga memungkinkan satwa liar masuk ke area lintasan.

“Aliran air di lintasan dayung ini satu jalur dengan bendungan. Jadi sangat memungkinkan buaya berpindah dan masuk ke track dayung,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pihak pengelola bendungan telah menyampaikan informasi tersebut kepada instansi terkait untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

Arena track dayung Lempake sebelumnya dikenal sebagai lokasi latihan atlet dayung di Samarinda. Namun, selain faktor keamanan akibat kemunculan buaya, kondisi lintasan yang kurang terawat turut menjadi perhatian. Sejumlah bagian lintasan terlihat dipenuhi gulma dan tanaman liar, menandakan aktivitas yang sudah lama berhenti.

Warga menilai, tanpa penanganan serius, kawasan tersebut berpotensi semakin terbengkalai dan membahayakan masyarakat sekitar, terutama anak-anak yang kerap bermain di dekat perairan.

Terpisah, Camat Samarinda Utara, Joni, menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat dan langsung mengambil langkah awal dengan berkoordinasi bersama instansi terkait.

“Kami sudah menerima laporan warga. Untuk sementara, kami imbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi. Spanduk peringatan juga sudah dipasang sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang,” ujarnya.

Joni menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama. Pihak kecamatan juga membuka ruang koordinasi lanjutan apabila diperlukan tindakan tambahan, seperti penanganan satwa liar atau pengamanan area.

Hingga kini, arena track dayung Lempake masih berada dalam status pemantauan. Warga berharap adanya penanganan segera agar kawasan tersebut kembali aman dan dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version