Teknisi Solar Water Heater di Samarinda Meninggal Dunia Setelah Terjatuh dari Ketinggian 20 Meter

Proses evakuasi jenazah oleh tim inafis menuju ke ambulans. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Aktivitas perbaikan pemanas air tenaga surya di sebuah rumah kawasan Perumahan Mediterania, Jalan MT Haryono, Kecamatan Samarinda Ulu, berakhir tragis pada Jumat (8/5/2026) pagi. Seorang teknisi bernama Sunarjo (55) meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai tiga bangunan saat melakukan pekerjaan perbaikan solar cell pemanas air.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 09.00 WITA dan sempat mengejutkan warga sekitar perumahan. Korban diketahui merupakan warga Jalan P Suryanata, Samarinda, yang sehari-hari bekerja sebagai teknisi pemanas air tenaga surya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, korban saat itu tengah melakukan perbaikan instalasi pemanas air di bagian atas rumah seorang diri. Rekan kerjanya berada di bawah bangunan dan tidak menyadari detik-detik korban terjatuh.

Rekan kerja korban, Agus Siswoyo, mengatakan sebelum kejadian dirinya masih melihat korban bekerja seperti biasa di lantai atas bangunan.

“Beliau memang biasa memperbaiki pemanas air tenaga surya. Waktu itu saya di bawah, sedangkan korban bekerja sendiri di atas,” ujarnya.

Menurut Agus, dirinya baru mengetahui insiden tersebut beberapa menit kemudian setelah melihat korban sudah tergeletak di bawah bangunan.

“Sekitar 15 menit kemudian baru tahu korban sudah jatuh,” katanya.

Kejadian itu langsung membuat warga sekitar panik dan segera melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian. Tak lama berselang, petugas Polresta Samarinda bersama Tim Inafis tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan proses evakuasi korban.

Perwira Pengendali (Pamapta I) Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti korban terjatuh dari ketinggian tersebut.

“Korban saat itu sedang memperbaiki solar cell pemanas air. Untuk penyebab jatuhnya masih dalam pendalaman, termasuk kemungkinan adanya faktor lain,” jelasnya.

Menurut Mat Bahri, korban bekerja di lantai tiga bangunan dengan ketinggian diperkirakan mencapai sekitar 20 meter dari permukaan tanah. Benturan keras saat korban terjatuh menyebabkan korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

Petugas kepolisian kemudian melakukan identifikasi terhadap korban sebelum jenazah dibawa ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk penanganan lebih lanjut.

Selain melakukan olah TKP, polisi juga memeriksa sejumlah saksi di lokasi guna memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh. Hingga kini, penyebab pasti korban terjatuh masih dalam proses pendalaman pihak kepolisian.

Peristiwa tersebut kembali menjadi perhatian terkait pentingnya penerapan standar keselamatan kerja, khususnya bagi pekerja teknis yang melakukan aktivitas di area ketinggian maupun yang berkaitan dengan instalasi bangunan dan kelistrikan.

Terakhir, Mat Bahri mengingatkan masyarakat dan para pekerja untuk selalu mengutamakan keselamatan kerja serta menggunakan perlengkapan pengaman saat bekerja di lokasi berisiko tinggi.

“Kami mengimbau pekerja agar menggunakan perlengkapan keselamatan dan tidak bekerja sendirian untuk menghindari kecelakaan kerja,” tutupnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version