Samarinda, Kaltimetam.id – Kecelakaan pelayaran kembali terjadi di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di kawasan Jembatan Mahakam Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Insiden ini berlangsung pada Minggu (25/01/2026) sekitar pukul 05.10 Wita, dan melibatkan sejumlah kapal tunda serta tongkang yang sedang beroperasi di jalur sungai tersebut.
Berdasarkan laporan resmi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda, peristiwa bermula saat TB Atlantic Star 23 menabrak buoy (buy) tambat yang sebelumnya telah dipasang oleh TB Marina 1631. Pada saat yang sama, TB Marina 1631 diketahui tengah menggandeng BG Marine Power 3066, sementara di sekitar lokasi juga terdapat TB Karyastar 67 yang menggandeng BG Bintang Timur 03.
Nahkoda Kapal Patroli KSOP Samarinda KN 373, Galang Nuswantoro, menjelaskan bahwa berdasarkan dugaan sementara, kecelakaan dipicu oleh putusnya tali buoy tambat. Kondisi tersebut menyebabkan tugboat dan tongkang yang berada di area tambatan kehilangan kendali dan hanyut terbawa arus Sungai Mahakam.
“Dugaan awal, tali buoy tambat putus sehingga tugboat dan tongkang hanyut. Selanjutnya, tali second towing dari TB Marina 1631 juga putus,” ujarnya.
Akibat putusnya tali penarik tersebut, BG Marine Power 3066 terbawa arus sungai dan bergerak mendekati Jembatan Mahakam Ulu. Tongkang tersebut kemudian menempel pada safety fender jembatan, sehingga memicu kekhawatiran akan potensi risiko terhadap struktur pengaman jembatan serta keselamatan pelayaran di sekitar lokasi kejadian.
Menindaklanjuti insiden tersebut, KSOP Samarinda bersama unsur terkait segera melakukan evakuasi darurat untuk mengamankan tongkang dan mencegah dampak yang lebih luas. Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan sejumlah kapal bantu.
“Evakuasi dilakukan oleh kapal assist Herlin II, Mangku Jenang, dan DL 037,” jelasnya.
Proses evakuasi berlangsung selama kurang lebih tiga jam dan berhasil diselesaikan sekitar pukul 08.00 Wita. Setelah berhasil dilepaskan dari area jembatan, BG Marine Power 3066 kemudian ditarik menuju lokasi yang dinilai aman untuk sementara waktu.
Terakhir, Nuswantoro memastikan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka. Namun demikian, pihak KSOP Samarinda masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti insiden, termasuk kondisi teknis tali tambat dan prosedur pengamanan yang diterapkan saat kejadian.
“Kami masih melakukan pendataan dan evaluasi awal. Yang terpenting saat ini, tongkang sudah berhasil diamankan dan alur pelayaran kembali kondusif,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
