Tak Perlu Tunggu Ulang Tahun, Cek Kesehatan Gratis Kini Bisa Dilakukan Kapan Saja

Ilustrasi warga sedang melakukan cek kesehatan. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi warga sedang melakukan cek kesehatan. (Foto: Istimewa)

Samarinda, Kaltimetam.id — Kebijakan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya pemeriksaan hanya dapat dilakukan bertepatan dengan hari ulang tahun, kini pemerintah membuka akses layanan tersebut tanpa batasan waktu tertentu.

Kebijakan ini membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan sejak dini, terutama bagi mereka yang sebelumnya kerap melewatkan kesempatan cek kesehatan karena keterbatasan waktu atau lupa momentum ulang tahun.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Jaya Mualimin, mengatakan perubahan mekanisme ini bertujuan mendorong masyarakat agar lebih proaktif menjaga kesehatan, bukan sekadar memanfaatkan layanan saat momen tertentu saja.

“Sekarang tidak perlu menunggu hari ulang tahun. Mau cek lebih awal, silakan. Ini justru lebih baik untuk deteksi dini,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).

Meski tidak lagi terikat waktu, masyarakat tetap disarankan mendaftar melalui aplikasi Satu Sehat Mobile untuk memudahkan proses layanan.

Melalui aplikasi tersebut, peserta bisa memilih fasilitas kesehatan terdekat sekaligus mengisi kuesioner awal.

Namun, bagi masyarakat yang belum terbiasa menggunakan aplikasi, pemeriksaan tetap bisa dilakukan dengan datang langsung ke puskesmas.

Program CKG sendiri telah berjalan sejak Februari 2025 dan tersedia di seluruh puskesmas.

Awalnya, layanan ini hanya dapat diakses bertepatan dengan hari ulang tahun hingga satu bulan setelahnya, sesuai aturan Kementerian Kesehatan.

Dengan kebijakan terbaru, pola layanan tersebut diubah agar masyarakat tidak lagi menunda pemeriksaan kesehatan, terlebih untuk penyakit yang sering muncul tanpa gejala awal.

“Kalau saat pemeriksaan ditemukan masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi, maka langsung ditangani. Pemeriksaan dan pengobatan lanjutannya tetap gratis,” jelas Jaya.

Ia menegaskan, kemudahan ini seharusnya dimanfaatkan masyarakat untuk rutin memantau kondisi tubuh, bukan menunggu sakit terlebih dahulu.

Pemeriksaan rutin dinilai penting untuk mencegah penyakit tidak menular yang selama ini menjadi penyebab utama angka kematian.

Berdasarkan data pemerintah, penyakit kardiovaskular seperti stroke masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia.

Kondisi tersebut dapat ditekan jika masyarakat lebih rutin melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id