Sosialisasi Perda Kepemudaan, Sapto Ajak Pemuda Samarinda Siap Hadapi Tantangan Zaman

Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sapto Setyo Pramono, menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2022 tentang Kepemudaan di Kota Samarinda. (Foto: Ica/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Sapto Setyo Pramono, menggelar sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2022 tentang Kepemudaan di Kota Samarinda.

Kegiatan ini mengundang sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Samarinda sebagai peserta, dengan tujuan untuk membekali mereka dengan pemahaman tentang peran penting pemuda dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, Sapto menekankan bahwa generasi muda harus mempersiapkan diri dengan baik untuk menyongsong masa depan yang penuh dengan tantangan.

Ia mengungkapkan bahwa kemajuan teknologi dan digitalisasi yang pesat menuntut pemuda untuk tidak hanya menjadi pengikut perkembangan zaman, tetapi juga menjadi pelaku yang aktif. Pemuda diharapkan mampu mengimbangi perubahan yang terjadi dengan kemampuan dan keterampilan yang relevan.

Menurut Sapto, tantangan terbesar bagi mahasiswa bukan hanya menghadapi ujian akademik, tetapi juga bagaimana mereka bisa bersaing di dunia kerja setelah lulus. Oleh karena itu, ia mengingatkan agar para mahasiswa tidak hanya mengandalkan teori di bangku kuliah, tetapi juga mempersiapkan diri dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam dunia profesional.

“Peran dosen pun sangat penting, tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberikan wawasan tentang tantangan yang akan dihadapi pasca-kuliah,” ucapnya, Selasa (12/11/2024).

Lebih lanjut, Sapto menyoroti pentingnya penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Mandarin, dalam menghadapi persaingan global. Dalam era globalisasi ini, pemuda Indonesia harus bisa bersaing dengan negara-negara besar seperti Cina, Jepang, dan Rusia.

“Selain bahasa Inggris, penguasaan bahasa Mandarin akan memberikan keuntungan kompetitif di pasar global,” ujarnya.

Sapto juga mengajak mahasiswa untuk meningkatkan literasi dan minat baca, yang selama ini menjadi tantangan besar bagi banyak orang Indonesia. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap kecenderungan masyarakat yang lebih memilih solusi instan, yang membuat Indonesia lebih sering menjadi konsumen daripada produsen.

Dengan sosialisasi ini, Sapto berharap dapat memberikan pencerahan bagi mahasiswa, agar mereka lebih siap menghadapi tantangan global dan berperan aktif dalam pembangunan negara.

Ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga produsen yang mampu bersaing dan berkontribusi di tingkat internasional. (Adv/DPRDKaltim/ICA)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version